Category Archives: Unit Pembelian

Pasar Kopi Wamena akan segera dibuka di Kota Wamena

Passar Kopi Wamena

Passar Kopi Wamena

Dari akun Facebook tanggal 4 Agustus 2014 Ketua Koperasi Baliem Arabica, Selion Karoba menyatakan gebrakan yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica tahun ini dengan “Membuka Pasar Kopi di Wamena” sehingga seluruh petani kopi datang ke pasar dan menjual hasil perkebunan Kopinya dengan harga yang telah distandarisasi sesuai harga kopi yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Standarisasi harga kopi ini bermaksud membantu para petani kopi sehingga mereka tidak secara terus-menerus ditipu oleh para pembeli yang selama ini langsung datang ke tempat para petani atau ke kebun para petani dan langsung menentukan harga kopinya semau mereka, yang dampaknya ialah ialah ketimpangan harga dan secara serius mempengaruhi kestabilan harga Kopi Wamena selama ini.

Dengan pembukaan Pasar Kopi Wamena ini diharapkan semua pembeli yang datang ke Pasar Kopi akan menjual dan membeli dengan harga yang sama.

Berikut harga yang telah ditetapkan KSU Baaliem Arabica Pusat Wamena:

  1. Harga Kopi dalam Bentuk Gabah Asalan / Standar Rp. 7.000;/ Liter kadar 60-75%.
  2. Harga Kopi dalam bentuk Biji Kering standar, kadar 12.50-13.00% Rp. 24.500

Dengan pematokan ini, menurut Karoba para petani Kopi akan mendapatkan keuntungan dan keuntungan yang diperoleh para petani dapat dikendalikan dan dengan demikian akan diketahui jauh sebelum penjualan kopi,

Selama ini para petani kopi punya kopi tetapi mereka belum bisa pastikan berapa uang yagn akan mereka dapat sebelum terjadi negosiasi dan proses jual-belinya. Karena selama ini para pembeli kopi datang ke para petani dengan menyodorkan harga yang tidak sama, ada yang terlalu mahal, maksudnya pembeli datang dengan harga mahal sekali sehingga para petani membanjiri pembeli dimaksud. Ada juga datang dengan harga sangat murah. Jadi para petani tidak tahu secara pasti pendapatan mereka. Ada yang pemeblinya sama, tetapi datang hari ini dengan harga mahal, datang besoknya dengan harga di bawah harga standar, jadi petani kopi disebut dipermainkan oleh para tengkulak.

Itu sebabnya kami lakukan terobosan ini dalam rangka menyelamatkan pengembangan kopi di pegunungan tengah Papua dan sekaligus pertama-tama menyelamatkan semangat menanam dan memelihara kopi yang sudah kami tanamkan dan kobarkan di antara para Masyarakat Adat di seluruh pegunungan Tengah Papua.

Menutup komentarnya Ketua Koperasi mengharapkan supaya para pembeli, baik itu pembeli dari pemerintah, swasta atau lembaga LSM lokal ataupun internasional, semuanya supaya menghargai inisiatif dan gebrakan yang dilakukan KSU Baliem Arabica sebagai pembeli kopi dan investor lokal yang selama ini telah menghabiskan dana, waktu dan tenaga yang banyak untuk kepentingan pengembangan kopi di Tanah Papua secara umuim dan khususnya di Pegunungan Tengah Papua.