Monthly Archives: April 2014

KSU Baliem Arabica is Coordinator of “One Vilage One Product” Papua

In a General Annual Meeting which was held in Wamena, Jalan Thamrin, the Central Office of KSU Baliem Arabica, attended by its 681 members from 8 regencies in the central highlands.

Members who were present at this meeting read out their progress, problems they have been facing so far, and their expectations in the future in order to improve productivity and income.

The meeting was officially opened by the Head of Wamena District, Lince Kogoya, S.IP. representing the government. After the opening ceremony, Lince Kogoya stated coffee has potential prospect in generating income and in employing local peoples in the region.

All peoples in the highlands are invited to plant more coffee as the cooperative is now appointed as the Head or Coordinator of “One Village One Product” of Papua. The chair of Cooperative, Mr. Selion Karoba stated the cooperative now has a market, and therefore it is time for the farmers to increase the quality and quantity of products.

Mr. Karoba added the cooperative is not only exporting, but also distributing the coffee throughout Indonesia as well.

 

Baliem Arabica Masuk Dalam ‘One Vilage One Product’

Jum’at, 04 April 2014 09:25, Sumber BintangPAPUA.com

WAMENA – Rapat anggota ke-7 KSU Baliem Arabika yang berlangsung sehari dengan melibatkan 681 anggota dari 8 kabupaten yang terdaftar berlangsung di KSU Baliem Arabika Jalan Tamrin Wamena Rabu (2/4)

Adapun rapat anggota tersebut membicarakan, evaluasi perkembangan, laporan kemajuan, kebutuhan petani, kebutuhan pasar, harapan petani, tantangan petani, tantangan pasar, solusi khusus seputar kopi, solusi untuk petani, solusi untuk pasar termasuk simpan pinjam yang akan dibahas dirapat tersebut.

Rapat tersebut dibuka secara resmi Kepala Distrik Wamena Lince Kogoya, S.IP., yang sekaligus mewakili pemerintah daerah.

Usai pembukaan kegiatan kepada Wartawan Lince Kogoya mengatakan bahwa potensi pengembangan kopi di daerah pegunungan sangat menjanjikan apalagi dengan usaha perkebunan kopi sebagai peluang kerja

“Masyarakat punya lahan tinggal di kembangkan saja apalagi pasarnya sudah ada, dan dengan hasil ini para petani tidak lagi tergantung pada pemerintah dan sudah mandiri. Diera globalisasi nantinya ada persaingan,” katanya.

Sehingga disaat ini hanya diharapkan pemantapan administrasi keuangan, manajemen saja yang dimantapkan, sehingga betul-betul kita diperlengkapi diri untuk bersaing dengan pasar luar karena kalau di era globalisasi 2020 kita diperhadapkan dengan era globalisasi dan kalau kita tidak kuat untuk mengatur usaha baik perkebunan, administrasi dan keuangan kita akan tergeser oleh mereka yang mempunyai modal besar.

“Kami pemerintah sangat bangga dengan apa yang sudah di jalankan oleh KSU Baliem Arabica, sudah merangkul masyarakat bekerja menghidupi sektor perkebunan bahkan sampai tembus pasar internasional,”tambahnya..

Sementara itu Ketua KSU Baliem Arabica,. Selion Karoba, mengatakan bahwa pihaknya memiliki dua anggota yaitu umum sebanyak 681 anggota dan khusus 81 anggota, yang terbagi atas 8 kabupaten, Jayawijaya, Lanny Jaya, Yalimo, Tolikara,Yahukimo, Nduga, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang. yang khusus mereka yang mengelola kopi organik yang layak dan penjualannya sampai ke luar negeri sedangkan umum hanya seputar dalam negeri dan lokal saja” katanya.

Unit kami yang ada di Jayapura untuk menangani hama, bibit, pembersihan, dan pasaran distributor di Papua Barat Manokwari dan di Timika dalam bentuk kafee

Dirinya menambahkan bahwa setelah expor 5 kali keluar saat ini lebih terfokus di dalam negri seperti Jawa, Bali, Sulawesi, Sumatra dan di Freeport melalui pangan sari utama sebanyak 1 Ton.

“Masalah pasar kami sudah punya pasar tetap hanya saja produksi yang akan kami tingkatkan” ucapnya.

Baliem Arabica sendiri masuk dalam Asosiasi kopi spesial Amerika, juga kopi spesial satu-satunya di Indonesia yang masuk dalam OVOP. (One Vilage One Product) Untuk itu diharapkan sesuai dengan tema kami bahwa RAT. KBA Tahun ini kita mewujudkan pengelolaan ekonomi kreatif melalui produk unggulan daerah. Baliem Arabica Specialty cofee. (titus/don/l03)