Monthly Archives: August 2014

KSU Baliem Arabica Membiaya Proyek Pemusnahan “Invasive Plants” di Danau Sentani

Eceng Gondo

Pencabutan Eceng Gondok di Danau Sentani, Jayapura, Papua

KSU Baliem Arabica lewat Unit Tanggungjawab Lingkungan sejak tahun 2013 telah melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan

  • mengidentifikasi dan mengajarkan kepada Masyarakat Papua tentang tumbuhan exotic yang menjadi tumbuhan invasive di tanah Papua;
  • memelopori operasi pencabutan/ pemusnahan tanahan exotic yang bersifat invasive

Kegiatan penyuluhan dilakukan lewat produksi brosur, leaflet dan pamphlet yang semuanya berisi informasi tentang tumbuhan exotic atau tumbuhan asing dan tidak dikenal yang ada di Tanah Papua dan sekaligus tumbuhan dimaksud bersifat invasive, yaitu tumbuhan yang selanjutnya membunuh tumbuhan asli setempat lalu menguasai lahan asli.

Salah satu tumbuhan exotic yang invasive ialah “Eceng Gondok” di Danau Sentani.

Seperti dapat dilihat dari berbagai gambar yang kami telah lampirkan di Facebook.com, bahwa kegiatan pemusnahan di sejumlah bagian di Danau Sentani telah kami pandang berhasil. Tinggal selanjutnya masyarakat Adat setempat kami tinggalkan untuk terus melakukan pengawasan dan pembersihan.

Sejak tahun 2013 KSU Baliem Arabica telah membiayai kegiatan-kegiatan pencabutan dan pemusnahan Eceng Gondok.

Proyek ini juga didukung sepenuhnya oleh Wakli Bupati Kabupaten Jayapura, Bapak Robert Djonsoe.

Kami berharap selanjutnya teladan yang ditinggalkan KSU Baliem Arabica ini terus dipelihara oleh masyarakat penghuni Danau Sentani agar senantiasa melakukan pmbersihan terhadap Eceng Gondok sehingga tumbuhan exotic sekaligus invasive dimaksud kemudian tidak menutupi keseluruhan wajah/ permukaan dari Danau Sentani yang dalam sejarah bangsa Papua telah memberi makan dan menjamin kehidupan bagi semua orang Papua.

Hampir semua pembesar tanah Papua telah pernah menikmati ikan gabus dan ikan sembilan dan ikan lainnya dari Danau ini, dan telah memberikan gizi dan menjamin kesehatan kita semua. Oleh karena itu, dampak buruk dari kehadiran Eceng Gondok haruslah kita akhiri.

Caranya mudah saja, tinggal Anda mendukung Proyek Pencabutan Eceng Gondok dan pemeliharaan Danau Sentani.

Proyek ini dijalankan secara berkesinambungan oleh Unit Tanggungjawab Lingkungan KSU Baliem Arabica berkantor Pusat di Kalkote, Pinggir Danau Sentani, Jayapura.

Barangsiapa, semua orang Papua, dimanapun Anda berada, merasa bertanggungjawab, perduli ataupun hendak terlibat dalam proyek-proyek pembersihan atau mau memberikan dukungan doa, dana, atau apa saja, silahkan hubungi kami di info@baliemarabica.com atau gudang@baliemarabica.com

Tentu saja pelajaran dari pembersihan tumbuhan exotic yang invasive ini akan ditindak-lanjuti dengan kegiatan yang sama di tempat dan danau yang lain di seluruh Tanah Papua. Itu akan terjadi kalau Anda, semua orang Papua mendukung proyek ini.

 

Penawaran Khusus Panen Perdana 2014 Berakhir

Penawaran Khusus Panen Perdana Musim Panen 2014 Berakhir pada tanggal 17 Augstus 2014

Dengan mengucapkan ucapan terimakasih kepada para pelanggan setia khususnya di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali dan di Tanah Papua sendiri, bahwa masa penawaran khusus untuk panen perdana Juli 2014 telah berakhir per tanggal 17 Agustus 2014.

Pada kesempatan ini kami dari KSU Baliem Arabica mengucapkan terimakasih atas kepada agen distribusi kami di Manokwari dan Yogyakarta atas kerjasama yang telah ada sehingga penjualan perdana untuk Paket Khusus Tahap I tahun ini telah berlalu dengan hasil yang memuaskan.

Kami secara khusus mengirimkan pesan “TERIMAKASIH” kepada pembeli kami di kota-kota Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Jayapura dan Bali yang selama ini membeli produk Green beans dari kami, baik langsung ke Gudang Produksi KSU Baliem Arabica di Jayapura, maupun lewat Distributor Tunggal di luar Tanah Papua di Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Ketua Koperasi Baliem Arabica, Selion Karoba menyampaikan secara khusus,

Terimakasih kepada pelanggan kami, terimakasih atas kepercayaan, terimakasih karena Anda tidak salah memilih Kopi tanah Papua, dari petaninya sendiri, dari penanam, pemetik, penjualnya sendiri. Kami tidak beli kopi orang, kami tidak jual kopi orang. Kami tanam sendiri, kami produksi sendiri, kami jual sendiri.

Selanjnya dari Distrubutor Tunggal di Yogyakarta lewat kepala PAPUAmart.com, Roy Karoba menyampaikan kepercayaan pelanggan di seluruh Indonesia telah mulai tertanan. Katanya,

kepercayaan itu mulai tertanam. Tetapi kami akan lihat apakah dia bertumbuh dan bahkan berbuah atau tidak berdasarkan perkembangan waktu-waktu ke depan. Kami sudah punya beberapa pelanggan, terutama Jakarta dan Surabaya, tetapi selama ini masih dilakukan penjualan dalam jumlah kecil. Penawaran khusus yang disampaikan kantor pusat perlu kita lakukan secara berkala dan berturut-turut untuk merangsang pembelian.

Roy Karoba juga menyatakan sekarang ini bukan Kopi Wamena saja digemari, tetapi kopi tanah Papua lainnya seperti Kopi Moanemani, Kopi Dogiyai, Kopi Deiyai, Kopi Arfak, Kopi Goroka, Kopi Hagen, Kopi Pegunungan Bintang juga digembari masyaraekat pecinta Kopi di Indonesia. Menurutnya,

Kami malahan sudah punya pesanan untuk membeli kopi dari Papua New Guinea, seperti Sigri Single Origin, Goroka Single Origin dan Hangen Single Origin. Ada wilayah di PNG seperti Goroka dan Hagen yang lebih dekat ke Pegunungan Bintang (Papua) sehingga pembelian kami perlu lakukan dari Provinsi Papua, bukan dari PNG lagi, karena pelabuhan expor PNG di Port Moresby, di ujung tertimur pulau New Guinea, jadi jauh sekali. Kalau dibawa ke Jayapura lewat Vanimo atau lewat Pegunungan Bintang akan lebih dekat dan lebih murah.

Diharapkan musim panen ini, pada tahapan penjualan kedua kalau ada juga akan ditawarkan kopi-kopi dari Tanah Papua lainnya seperti Kopi Monamenami, Kopi Goroka, Kopi Deiyai, Kopi Hagen, dan lainnya.

Pasar Kopi Wamena akan segera dibuka di Kota Wamena

Passar Kopi Wamena

Passar Kopi Wamena

Dari akun Facebook tanggal 4 Agustus 2014 Ketua Koperasi Baliem Arabica, Selion Karoba menyatakan gebrakan yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica tahun ini dengan “Membuka Pasar Kopi di Wamena” sehingga seluruh petani kopi datang ke pasar dan menjual hasil perkebunan Kopinya dengan harga yang telah distandarisasi sesuai harga kopi yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Standarisasi harga kopi ini bermaksud membantu para petani kopi sehingga mereka tidak secara terus-menerus ditipu oleh para pembeli yang selama ini langsung datang ke tempat para petani atau ke kebun para petani dan langsung menentukan harga kopinya semau mereka, yang dampaknya ialah ialah ketimpangan harga dan secara serius mempengaruhi kestabilan harga Kopi Wamena selama ini.

Dengan pembukaan Pasar Kopi Wamena ini diharapkan semua pembeli yang datang ke Pasar Kopi akan menjual dan membeli dengan harga yang sama.

Berikut harga yang telah ditetapkan KSU Baaliem Arabica Pusat Wamena:

  1. Harga Kopi dalam Bentuk Gabah Asalan / Standar Rp. 7.000;/ Liter kadar 60-75%.
  2. Harga Kopi dalam bentuk Biji Kering standar, kadar 12.50-13.00% Rp. 24.500

Dengan pematokan ini, menurut Karoba para petani Kopi akan mendapatkan keuntungan dan keuntungan yang diperoleh para petani dapat dikendalikan dan dengan demikian akan diketahui jauh sebelum penjualan kopi,

Selama ini para petani kopi punya kopi tetapi mereka belum bisa pastikan berapa uang yagn akan mereka dapat sebelum terjadi negosiasi dan proses jual-belinya. Karena selama ini para pembeli kopi datang ke para petani dengan menyodorkan harga yang tidak sama, ada yang terlalu mahal, maksudnya pembeli datang dengan harga mahal sekali sehingga para petani membanjiri pembeli dimaksud. Ada juga datang dengan harga sangat murah. Jadi para petani tidak tahu secara pasti pendapatan mereka. Ada yang pemeblinya sama, tetapi datang hari ini dengan harga mahal, datang besoknya dengan harga di bawah harga standar, jadi petani kopi disebut dipermainkan oleh para tengkulak.

Itu sebabnya kami lakukan terobosan ini dalam rangka menyelamatkan pengembangan kopi di pegunungan tengah Papua dan sekaligus pertama-tama menyelamatkan semangat menanam dan memelihara kopi yang sudah kami tanamkan dan kobarkan di antara para Masyarakat Adat di seluruh pegunungan Tengah Papua.

Menutup komentarnya Ketua Koperasi mengharapkan supaya para pembeli, baik itu pembeli dari pemerintah, swasta atau lembaga LSM lokal ataupun internasional, semuanya supaya menghargai inisiatif dan gebrakan yang dilakukan KSU Baliem Arabica sebagai pembeli kopi dan investor lokal yang selama ini telah menghabiskan dana, waktu dan tenaga yang banyak untuk kepentingan pengembangan kopi di Tanah Papua secara umuim dan khususnya di Pegunungan Tengah Papua.