Monthly Archives: April 2016

Petani Kopi : Kepala Dinas Perkebunan, Kau Kemanakan Proyek (Kopi) Itu?

Petani kopi Papua

Petani kopi Papua sedang aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Senin (04/04/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica sebagai exportir tunggal kopi dari Tanah Papua menunut kejelasan dari proyek pengembangan kopi di wilayah adat LaPago dan MeePago.

Kordinator aksi yang menamakan petani kopi Papua, Tinus Uaga mengatakan, dari tahapan rancangan hiingga proposal bisnis pengembangan kopi Papua diselesaikan tahun 2016, namun entah kenapa hingga tahun 2016 ini belum juga ada kejelasan.

“Kami yang kawal proyek bersama Bagian Percepatan Pembangunan, Asisten II Setda Provinsi Papua bidang Perekonomian dan utusan Presiden Jokowi dari tahapan rancangan sampai proposal bisnis pengembangan kopi Papua diselesaikan tahun 2015. Tapi, setelah proyek turun tahun 2016 ini, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua kau kemanakan proyek itu?” tanya Tinus Uaga ketika menggelar aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Kotaraja, Jayapura, Senin (04/04/2016).

Menurutnya, pihaknya bersama KSU Baliem Arabica menuntut Kepala Dinas Perkebunan Papua untuk memperjelas kriteria apa yang belum dipenuhi dalam proposal yang diajukan tersebut.

“Kami punya sertifikasi Rainforest Alliance, Control Union dan pengelola OVO Papua. Kami anggota Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan Speciality Coffee Assocition of Ameria (SCAA), kami anggota asosiasi Exportir Kopi Indonesia (AEKI) dan pengelola Speciality Coffee Association of Papua (SCAP). Kami orang asli Papua, asli 100% entrepreneur Papua,” jelas Uaga.

KSU Baliem Arabica, lanjutnya, berhak penuh 100% untuk mengelola proyek pengembangan kopi di tanah Papua.

“Pasti jadinya Papua mati kalau para kepala dinas menjadi tikus-tikus berdasi,” katanya seraya menambahkan visi dan misi Gubernur Papua, yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“Sejak tahun 2008, KSU Baliem Arabica telah mengekspor kopi Papua ke berbagai pasar internasional. Setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe dilantik tahun 2013, beliau pertama-tama datang ke kampung kopi Eragayam, untuk didoakan oleh pendiri don tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Ki’Marek Karoba. Dan ketika itu pendeta Karoba menyerahkan dokumen pengembangan kopi Papua kepada pak Gubenur,” ujarnya berkisah.

Lanjutnya, sekarang sudah tanggal 04 April 2016, dua tahun sudah terlewatkan. Para petani kopi yang sudah bergembira dan berdoa serta puasa untuk keselamatan dan berkelanjutan kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dengan istilah ‘makan angin’. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan ini permainan siapa?

“KSU Baliem Arabica sudah berjuang dari titik nol untuk berjuang proyek ini. Apalagi di era Otsus dan sejalan dengan paket-paket ekonomi presiden Jokowi untuk mendorong UKM dan koperasi untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Kami juga telah memegang memo dari Gubernur Papua sejak tahun 2013 yang berbunyi ‘usaha seperti ini perlu didukung oleh Pemda. Dibina secara masif dan berkelanjutan’ tapi wujudnya tidak pernah ada,” terangnya.

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Ir. Umar Lating yang menerima massa aksi mengatakan, pihaknya sebagai bawahan akan segera menyampaikan hak tersebut kepada Kepala Dinas setempat, karena Kepala Dinas tersebut belum ada di tempat.

“Pak kepala dinas belum ada di tempat. Beliau ikut rombongan Gubernur ke Mamberamo Tengah. Sehingga tuntun tersebut akan segera disampaikan kepada atas,” katanya. (Abeth You)

KSU Baliem Arabica Demo di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Para Anggota KSU Baliem Arabica yang berada di Kabupaten dan Kota Jayapura melakukan demonstrasi damai di Kantor Perkebunan Dinas Provinsi Papua menuntut kejelasan proyek Pengembangan Kopi dan Mini Industri Kopi Papua yang telah diperjuangkan KSU Baliem arabica bersama berbagai stake-holders dari pihak pemerintah maupun swasta selama tahun 2015 lalu.

Berbagai dinas dan instasi pemerintah yang terlibat di tahun lalu selama penulisan Business Plan untuk Pengembangan Kopi di Wilayah Adat Mee-Pago dan Laa-Pago mengarahkan dan menodorong KSU Baliem Arabica untuk segera memanfaatkan dana yang telah disediakan Pemerintah untuk pengembangan bisnis kopi di Tanah Papua. Senada dengan mereka, Ketua II DPR Papua yang mengetuk palu untuk menggolkan Alokasi Dana untuk pengembangan Kopi dan pendirian Mini Industri Kopi Papua dari Fraksi Golkar, Fernando Tinal mengatakan

Ya, kami harap Pemprov Papua melalui SKPD terkait, untuk memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan usaha KSU Baliem Arabica ini.
“KSU Baliem Arabica ini, lahir dari sebuah renungan yang lama untukmengembangkan ekonomi kerakyatan di pedalaman Tanah Papua, didirikan secara resmi taun 2006.

Dalam banyak kali pertemuan di tahun 2015, secara khusus Asisten II Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatty sudah berkali-kali berjanji akan menggolkan proyek pengembangan Kopi Papua dan akan diserahkan secara penuh kepada KSU Bailem Arabica.

Ketika janji-jani dan hasil usaha yang telah disahkan oleh DPR Papua ini dimintakan untuk diperjalas status proyeknya dan informasi tentang pengembangannya kepada Kepala Dinas Provinsi Papua, John Nahumury, ternyata proyek dimaksud telah dibagi-bagi menjadi proyek-proyek, antara lain:

Sesuai dengan izin yang diberikan oleh Polresta Jayapura, pada tanggal 4 April 2016 telah berlangsung demonstrasi di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua di Kotaraja Jayapura. Izin diberikan untuk aksi jam 08:00 pagi sampai 17:00 sore.

KSU Baliem Arabica lewat penanggungjawab aksi, yaitu Kepala Gudang Produksi Baliem Blue Coffee di Kompleks PON XX 2020 Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Apison Karubaba mengatakan terimakasih sebesar-besarnya atas dukungan aparat Kepolosian Kota Jayapura atas izin yang telah diberikan. Menurut Karubaba, janji untuk melakukan aksi tertib dan damai telah digenapi oleh pihak pendemo, oleh karena itu aksi berikutnya mohon supaya diberi kelonggaran terus-menerus.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica, Ev. Selion Karoba, S.Th.,

KSU Baliem Arabica bergerak sebelum terjadi penyelewengan, karena kita tidak mau terjadi banyak dusta dan penyelewengan di Tanah Papua. Gubernur Provinsi Papua sudah melarang miras diproduksi, diedarkan dan diperdagangkan di Provinsi Papua< Kedatangan orang dari luar juga sudah dibatasi. Lalu para pejabat dan para Kepala Dinas yang non-Papua dan terindikasi korup akan terus dipantai oleh para entrepreneur Papua, terutama oleh KSU Bailem Arabica sehingga para koruptor diekspose sebelum terjadi korupsi, bukan setelah terjadi korupsi.

Untuk Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera, Gubernur Lukas Enembe perlu didukung oleh para pembantu yang jujur dan konsekuen. Jangan sampai ada pejabat yang justru bekerja dengan sengaja untuk mematikan visi-misi Gubernur. Semua titipan, tetapi ada titipan untuk menggolkan visi-misi Gubernur, dan ada juga titipan untuk mematikan program Gubernur. Kita tahu dari apa yang mereka lakukan di lapangan.

Sementara itu Jhon Kwano. Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arabica berkantor di Yogyakarta dan Jakarta mengatakan

Harus dibangun sebuah dinamika komunikasi antara Dinas Perkebunan dan KSU Baliem Arabica. Ada banyak pemain Kopi di Tanah Papua, yang saya tidak perlu sebutkan nama-nama mereka, yang mengaku diri pemain kopi, tetapi sebenarnya tujuan akhir mereka ialah mengacaukan mutu Kopi Papua dan merusak citra Kopi Papua di pasar. Saya sudah hampir 3 tahun ditugaskan memasarkan Kopi Papua di pulau Jawa, dan banyak orang menjadi supplier Kopi Papua, tetapi saya mengajak semua pihak supaya membuka mata, maka ada pemain yang dengan sengaja bekerja untuk mematikan citarasa dan namabaik Kopi Papua di pasar di Indonesia maupun di dunia. Mereka berpura-pura berbicara demi petani, demi rakyat Papua, padahal mereka sendiri NON-PAPUA: Apakah mereka ber-hati Papua, walaupun mereka bukan orang Papua? Apakah kami Orang Asli Papua tidak berhati Papua sehingga mereka harus kita butuh? Kepala Dinas Perkebunan secara husus harus paham, apa artinya Kopi, apa standard yang layak sebagai sebuah Specialty Coffee dan apakah para pemain yang beliau sponsori selama ini, yang kami sudah tahu dari pulau Jawa, mereka benar-benar bertujuan membantu orang Papua dan mengangkat namabaik Kopi Papua?

Selain melakukan demonstrasi secara fisik di kantor Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, akan ada demo di Dinas Perkebunan Kabupaten di mana ada para petani Kopi anggota KSU Baliem Arabica.

Selain itu, sudah ada juga penyebaran Tandatangan di Change.org, (Silahkan Click dan Tandantangani) dan juga akan ada penyebaran Surat Tertulis untuk menggungat kinerja Dinas Perkebunan Provinsi Papua, yang kami duga kuat sudah terindikasi kasus Korupsi Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua, khusus untuk wilayah Laa-Pago dan Mee-Pago.