Tag Archives: Kopi Arabica Wamena

Musim Panen Kopi Papua 2015 telah Dimulai sejak Bulan Juli

Musim Panen Kopi Papua tahun 2015 telah dimulai sejak awal Juli 2015, dan kini memasuki proses pengiriman kepada para langganan yang selama ini telah menjalin hubungan dengan KSU Baliem Arabica.

Pengiriman ke pelanggan utama, PT Freeport Indonesia telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali, tetapi telah diputuskan bahwa pengiriman akan tetap dilakukan setelah 17 Agustus 2015. Sementara pengiriman ke pelanggan di pulau Jawa berjalan dengan lancar, malah lebih lancar. Kepercayaan pelanggan terhadap produsen dan eksportir tunggal Kopi Papua, KSU Baliem Arabica telah tertanam.

Dengan pembenahan menejemen bisnis kopi Papua, yaitu memisahkan antara Gudang produksi Baliem Blue Coffee di Sentani dengan Koperasi sebagai organisasi induk, dan pendirian minimarket PAPUAmart.com telah memberikan keuntungan bagi Koperasi untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan usaha.

Ada pelanggan yang telah memutuskan untuk tidak berlangganan lagi, tetapi adalah kebijakan KSU Baliem Arabica untuk selanjutnya akan mengurangi dan akhirnya menghentikan penjualan Kopi Papua, terutama Wamena Single Origin atau Baliem Blue Coffee dalam bentuk green beans, dan selanjutnya memfokuskan diri kepada kopi bubuk Papua dengan merek daganga Baliem Blue Coffee.

Dengan pembenahan organisasi dan penguatan Gudang Produksi Baliem Blue Coffee ini diharapkan memberikan keuntungan yang lebih besar kepada Koperasi dan selanjutnya kepada Gudang dan kepada PAPUAmart.com

Aroma kopi Papua kian mendunia

Sumber Berita: IndustriKontan.co.id, Oleh Mona Tobing – Kamis, 21 Mei 2015 | 10:03 WIB
JAKARTA. Kopi dari tanah Papua kian populer. Bahkan rasanya telah dicicip sampai Amerika Serikat (AS) selama tujuh tahun. Kopi Arabica dari Wamena menjadi salah satu kopi favorit pada tiga negara.

Kabupaten Wamena, Provinsi Papua rupanya memiliki kualitas tinggi untuk jenis Kopi Arabica. Petani kopi di Papua menanam kopi secara organik. Cita rasa yang khas diuntungkan karena tumbuh di daerah Pegunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Sehingga, rasanya tidak terlalu asam saat diseruput.

Rasa inilah yang membuat empat negara yakni: Amerika Serikat bahkan telah mengimpor kopi dari Papua selama tujuh tahun belakangan. Lalu, Australia, Singapura dan Belanda secara rutin setiap tahun khusus mendatangkan kopi asal Papua ini.

Yusni Emilia Harahap, Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian mengatakan, pasar internasional akan semakin terbuka dengan produk pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan. Itu sebabnya, pemerintah mendorong agar petani untuk menerapakan prinsip pertanian yang baik. “Memang ongkosnya lebih mahal. Namun pasar akan lebih berkelanjutan (sustain) dan pasti,” tandas Emilia.

Meski begitu, Emilia menyadari bahwa petani kopi masih kekurangan untuk mesin pengolahan kopi. Serta bantuan penguatan modal. Di samping juga informasi harga pasaran kopi domestik dan luar negeri. Gunanya, menjaga kestabilan harga di pasaran serta juga untuk lebih meningkatkan mutu kopi olahan yang dihasilkan.

Konsumsi kopi asal Indonesia terus meningkat di pasar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data statistik dari U.S Department of Commerce, Bureau of Census, impor kopi AS dari Indonesia pada periode Januari-Desember 2014 sebesar US$ 323,10 juta dollar naik sebesar 11,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Indonesia berada di peringkat ke 6 sebagai negara sumber impor kopi AS dengan pangsa pasar sebesar 5,49%. Posisi Indonesia berada di bawah Brasil, Kolombia, Vietnam, Kanada, dan Guatemala. Sementara impor kopi AS dari dunia untuk periode Januari hingga Desember 2014 sebesar US$ 5,88 miliar naik 10,46% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Editor: Yudho Winarto