Tag Archives: world parks congress

Mengapa KSU Baliem Arabica Hadir di World Parks Congress 2014 di Sydney, Australia?

Selamat Datang WPC

Selamat Datang World Parks Congress Sydney 2014

Tentu saja pertanyaan ini sudah mengemuka sejak membaca artikel dan persiapan utusan KSU Baliem Arabica menuju kongres sedunia yang diselenggarakan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi lingkungan hidup dan konservasi, yang diselenggarakan sekali setiap satu dekade (10 tahun). Kebanyakan even internasional di dunia terjadi secara tahunan, dan sering juga per empat tahun atau lima tahun, tetapi peristiwa per satu dekade ini penting untuk dihadiri oleh semua manusia yang hidup di planet Bumi. Alasan pertama karena peristiwa ini berbicara tentang alam, Bumi dan perlindungannya, karena semua manusia, semua makhluk, hidup di planet bernama Bumi. Upaya konservasi ialah upaya untuk mempertahankan planet Bumi sebagai tempat yang tetap layak huni, agar supaya kehidupan tidak menjadi punah karena ulah perbuatan manusia sendiri. Maka diupayakan tempat-tempat di darat maupun di laut yang dianggap bernilai ekologis dan ekosistem diperjuangkan untuk menjadi daerah atau wilayah konservasi. Di Tanah Papua kita tahu Taman Nasional Wasur dan Taman Nasional Lorentz serta taman nasional di Teluk Cenderawasih dan Raja Ampat sebagai cagar alam dan taman nasional, yang dilindungi oleh negara, didaftarkan dan diakui oleh badan internasoinal seperti UNESCO dan IUCN.

Alasan lainnya karena peristiwa ini terjadi sekali dalam 10 tahun sehingga banyak masalah yang menumpuk selama 10 tahun menjadi fokus dari semua manusia di dunia untuk dibawa ke forum internasional seperti ini.

Alasan ketiga karena misi dan visi dari Koperasi Baliem Arabica mewujudkan iklim usaha yang bersahabat dengan lingkungan sekitar di mana usaha koperasi dilakukan, yaitu bersahabat dengan alam sekitar dan budaya masyarakat sekitar. KSU Baliem Arabica lewat Unit Tanggungjawab Lingkungan (yaitu lingkungan sosial dan lingkungan alam) selama tiga tahun belakangan ini telah aktiv dalam melakukan pendidikan, penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang lingkungan alam di mana kita hidup. Juga sudah aktiv dalam pembersihan eceng gondok di danau Sentani, Kabupaten Jayapura karena teridentifikasi eceng gondok ialah tanaman exotic (pendatang) yang bersifat invasive (menguasai dan membunuh spesies asli). Sampai detik inipun, kegiatan penanganan eceng gondok sedang berlangsung. Dalam waktu singkat, awal tahun 2015, KSU Baliem Arabica Unit Tanggungjawab Lingkungan berencana meluncurkan program “Papua Hijau” yang bertujuan mendistribusikan informasi dan melakukan langkah-langkah konservasi lingkungan di Tanah Papua.

Mengapa Koperasi Baliem Arabica?

Koperasi Baliem Arabica ialah perintis dan sampai hari ini satu-satunya badan usaha milik Orang Asli Papua yang memproduksi dan mengekspor produk dari Tanah Papua ke luar negeri, dan oleh karena itu dalam pentas perdagangan global, KSU Baliem Arabica harus hadir sebagai perusahaan yang tahu diri, tahu diri dari sisi di mana ia beroperasi dan menanam kopi, di mana para petani kopi hidup, dan di mana para konsumen kopi Papua hidup. Tanah Papua sebagai tempat pijakan pertama KSU Baliem Arabica secara otomatis menjadi tanggungjawab moral untuk mengupayakan kelestarian Bumi Cenderawasih. Merintis sesuatu ialah mulia, walaupun apa yang dilakukan barangkali tidak begitu berarti dan tidak dapat dianggap berguna kalau dibandingkan dengan apa yang dilakukan NGO konservasi alam seperti Walhi, WWF dan Conservation International.

KSU Baliem Arabica sebagai perintis ekspor kopi dari Tanah Papua merasa secara otomatis bertanggungjawab atas pelestarian Bumi Cenderawasih dan mengundang semua badan usaha yang beroperasi di Tanah Papua untuk bersama-sama berbaris menyatukan kekuatan, melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian dan konservasi lingkungan alam di Tanah Papua.

KSU Baliem Arabica sungguh berharap agar kunjungannya ke WorldParksCongress.org tahun 2014 di Olympic Park, Sydney, New South Wales, Australia ini memberikan masukan dan pelajaran yang berarti buat nantinya kembali dan diterapkan dalam pengembangan usaha-usaha ekonomi yang dikelola Koperasi.

Jhon Yonathan Kwano sebagai utusan yang mengusulkan Koperasi untuk membiayai kunjungan ke kegiatan ini berdoa kiranya Tuhan pencipta Tanah Papua dan pencipta umat manusia sekalian, khususnya  yang ada dan berbisnis di Tanah Papua, apapun jenis usahanya, apapun agama, ras dan sukunya, menjadi sadar dan berdoa agar Bumi ini tetap menjadi tepat yang layak huni bagi kita saat ini, bagi anak-anak dan cucu kita di hari esok dan buat puluhan dan ratusan generasi kita mendatang.

 

IUCN World Parks Congress 2014 dan Tekad KSU Baliem Arabica

IUCN World Parks Congress

IUCN World Parks Congress

IUCN World Parks Congress 2014 merupakan sebuah “landmark” forum global dari taman yang terlindungi di dunia. Kongres ini akan berbagi pengetahuan dan inovasi, menetapkan agenda untuk konservasi tempat-tempat yang terlindungi selama dekade-dekade mendatang. Membangun dari tema “Parks, people, planet: inspiring solutions”, acara ini akan menyajikan, membahas dan menciptakan pendekatan-pendekatan original untuk konservasi dan pembangunan, membantu menangani gap dalam agenda konservasi dan pembangunan. Demikian dinyatakan WorldParksCongress.org

Dengan gambaran dan tema seperti ini, tentu saja yang tertarik ialah semua manusia di dunia, para penghuni planet Bumi karena ada hubungan langsung antara perlindungan/ konservasi alam dengan pembangunan yang berujung kepada nasib manusia dan nasib semua makhluk di planet Bumi.

Keperdulian terhadap lingkungan lama dimulai sejak lama, tetapi menjadi lebih serius setelah ada penemuan bahwa pemanasan Bumi menjadi ancaman bagi kehidupan di planet Bumi karena telah terjadi penipisan laposn ozone yang berfungsi sebagai lapisan yang membantu mengimbangi panas matahari langsung ke Bumi.

Bumi Cenderawasih atau pulau New Guinea dikatakan memiliki hutan tropis terbanyak nomor dua di dunia. KSU Baliem Arabica sebagai sebuah kelompok usaha milik penduduk Asli Papua di pegunungan Tengah Papua yang menjadi perintis dalam mengekspor produk asli Papua ke pasar internasional merasa bertanggungjawab secara moral menjadi perintis dalam berbagai hal, terutama demi kelangsungan hidup di tanah Papua.

Tanggungjawab lingkungan KSU Baliem Arabica dibentuk sejak 2012 dan selama ini KSU Baliem Arabica aktiv dalam menyebarkan informasi lewat brosur dan lokakarya di kalangan para petani kopi tentang pentingnya lingkungan alam sekitar, tumbuhan dan hewan exotic yang invasive dan bagaimana cara mengendalikan spesies yang dianggap membahayakan spesies asli Tanah Papua.

Sebagai kelanjutan dari Tanggungjawab Lingkungan, KSU Baliem Arabica yang tanaman kopinya sebagian masuk ke Taman Nasional Lorentz yang diproteksi secara hukum membawa diri ke acara-cara lokal maupun internasional dalam rangka memahami bagaimana mengimbangi kerusakan lingkungan sementara kegiatan usaha tetap dijalankan demi pembangunan ekonomi Orang Asli Papua. (OAP).

Kami sebagai badan usaha milik OAP hendak menunjukkan jalan yang benar bagi semua Badan Usaha yang bergerak di Bumi Cenderawasih baik di bagian barat maupun timur tanah Papua bahwa keperdulian terhadap Lingkungan alam haruslah menjadi prioritas daripada kepentingan ekonomi dan politik.

Kami berharap kehadiran KSU Baliem Arabica dengan biaya yang besar ini tidak sia-sia.