About

Posts by :

KSU Balem Arabica Terimakasih Banyak untuk Wakil Bupati Jayapura

Penyerahan Packaging Baliem Blue Coffee dari Pemda  di Gudang BBCoffee Numbay

Penyerahan Packaging Baliem Blue Coffee dari Pemda di Gudang BBCoffee Numbay

KSU Baliem Arabica sebagai badan usaha kerakyatan bangsa Papua dan para Pengurus Pusat, pengurus Unit dan Pengurus Cabang di Wamena, Sentani Jayapura, Manokwari dan Yogyakarta dengan ini mengucapkan

TERIMAKASIH BANYAK

kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura pada umumnya dan secara khusus Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, ‘

Bapak Robert Djoensoe

atas dukungan kepada KSU Baliem Arabica dengan membuatkan

Seluruh pimpinan dan Crew KSU. Baliem Arabica mengucapkan Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan khususnya Kepada BPK. Robert Djoensoe selaku Wakil bupati Jayapura atas dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui KSU. Produksi: Baliem Blue Coffee Harapan. Kiranya TUHAN Yesus Kristus memberkati pelayanan Bapak demi hormat dan kemuliaanNya, AMIN.

Dukungan Pemda Kabupaten Jayapura lewat Wakil Bupati sudah nyata sejak pembukaan Kantor Perwakilan KSU Baliem Arabica secara resmi di Kota Jayapura dengan izin resmi. Kini dukungan itu lebih dinyatakan kepada masyarakat sehingga mudah dilihat oleh orang Papua dengan cara memberikan sumbangan pembuatan Packaging dari Produk Unggulan Tanah Papua, Baliem Blue Coffee, produk yang sampai hari ini baru satu-satunya produk Orang Asli Papua yang berhasil diekspor ke pasar mancanegara, khususnya Amerika Serikat.

“Dukungan sang Wakil Bupati Kabupaten Jayapura seperti ini patut dicontoh oleh bupati-bupati di seluruh Tanah Papua, yang notabene adalah Putra Daerah atau Orang Asli Papua sendiri,”

kata Ketua KSU Baliem Arabica, Selion Karoba.

Menurut Karoba lagi,

“Jalinan kerjasama ini terjalin berkat hati pribadi Robert Djonsoe yang sejak berdinas di Kepolisian Republik Indonesia telah ditunjukkan untuk membantu memajukan orang Papua sehingga menjadi tuan di atas tanah sendiri, di tanah leluhur sendiri, sehingga Orang Asli Papua tidak hanya mengeluh dari pinggir jalan dan dari emperan toko, tetapi menempati tempat-tempat terhormat sebagai tuan tanah di negeri ini.

Bayangkan saja, kalau semua pejabat yang menamakan dirinya “Orang Asli Papua” yang pekerjaannya ke Jakarta – Papua setiap minggu itu kalau perhatikan usaha-usaha yang sudah membawa nama Papua seperti ini kalau mereka perhatikan secara serius, mereka juga akan kenyang dengan pujian dan hormat dari kami-kami masyarakat yang berwirausaha. Apalagi saya ini pimpin Koperasi, jadi apa yang mereka lakukan akan saya laporkan kepada anggota Koperasi setiap Rapat Umum Anggota Tahunan, jadi dampaknya anggota pasti akan berterimakasih.

Tetapi sebelum itu saya berterimakasih, atas nama seluruh anggota Koperasi, dan semua orang Papua, berterimakash kepada pejabat yang punya hatiranui dan melek secara nurani dan rohani.”

Menyangkut produk KSU Baliem Arabica sendiri, Karoba melanjutkan

Kalau Pemda di Kabupaten di seluruh Pegunungan Tengah masing-masing mendukung sedikit saja, tidak milyaran, tetapi ratusan juta saja, kami sanggup mengekspor Kopi sampai ratusan ton, bukan ke Amerika Serikat saja, tetapi juga ke Eropa, Australia dan Asia, tetapi itu sulit karena kami tidak mampu, kami tidak punya uang, kami petani yang masih pakai koteka baru bertani, kami bukan petani berdasi seperti di Jawa atau negara barat.

Selanjutnya diharapkan agar terobosan ini membuka mata bagi semua pejabat dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten agar melihat contoh yang diberikan Wakil Bupati Robert Djonsoe. Menurut Selion Karoba lagi menutup pernyataanya,

Orang macam ini saya rasa lebih keriting hatinya daripada keriting fisik. Orang Papua sekarang perlu OAP yang keriting di luar atau yang keriting di dalam? Yang mana yang lebih penting? Yang mana yang lebih berarti?,

tanyanya.

Yang Harus Anda Ketahui Bahaya GMO

Apa itu GMO

GMOs, atau “genetically modified organisms,” ialah tanaman atau bewan yang diciptakan lewat teknik pemisahan genetika dari bioteknologi (juga disebut genetic enginieering, atau GE, yaitu rekayasan genetika). Teknologi experimental ini melakukan merger terhadap DNA dari berbagai spesies, lalu menciptakan kombinasi gen-gen tanaman, hewan, bakteri dan viral yang labil yang tidak dapat terjadi secara alamiah atau dalam pembibitan tradisional. (PAS COFFFEE)

GMO adalah mahluk hidup yang telah ditingkatkan kemampuan genetisnya melalui rekayasa genetis. Secara mudah dapat kamu pahami bahwa dengan rekayasa genetis, ”komponen” mahluk hidup ”dibuah”, disesuaikan, sehingga menjadi lebih unggul, semisal tahan hama, tahan penyakit, dan lebih banyak menghasilkan panen, atau menambah ”gemuk” hewan ternak.

Sebagai contoh, tanaman jagung yang mudah terserang hama, melalui rekayasa genetis, dapat di ”silangkan” dengan jenis bakteri yang dapat ”melawan” hama tersebut, sehingga jadi lah tanaman jagung type baru yang tahan hama.

Salah satu ancaman yang menyeluruh terhadap kemanusiaan adalah me modifikasi sumber makanan kita, dan salah satu alasan mengapa hal itu di benarkan terjadi, adalah karena kita terlalu jauh dari sumber-sumber makanan kita.

Anak-anak sekarang bahkan tidak menyadari berasal dari mana daging dan susu yang sering mereka konsumsi, misalnya mereka tidak pernah menginjakkan kaki di sebuah peternakan atau di ladang pertanian.., tidak pernah terpikirkan bagaimana sumber-sumber makanan tersebut di produksi.

Resiko GMO… BACA SELENGKAPNYA DI SINI

KSU Baliem Arabica is Coordinator of “One Vilage One Product” Papua

In a General Annual Meeting which was held in Wamena, Jalan Thamrin, the Central Office of KSU Baliem Arabica, attended by its 681 members from 8 regencies in the central highlands.

Members who were present at this meeting read out their progress, problems they have been facing so far, and their expectations in the future in order to improve productivity and income.

The meeting was officially opened by the Head of Wamena District, Lince Kogoya, S.IP. representing the government. After the opening ceremony, Lince Kogoya stated coffee has potential prospect in generating income and in employing local peoples in the region.

All peoples in the highlands are invited to plant more coffee as the cooperative is now appointed as the Head or Coordinator of “One Village One Product” of Papua. The chair of Cooperative, Mr. Selion Karoba stated the cooperative now has a market, and therefore it is time for the farmers to increase the quality and quantity of products.

Mr. Karoba added the cooperative is not only exporting, but also distributing the coffee throughout Indonesia as well.

 

Baliem Arabica Masuk Dalam ‘One Vilage One Product’

Jum’at, 04 April 2014 09:25, Sumber BintangPAPUA.com

WAMENA – Rapat anggota ke-7 KSU Baliem Arabika yang berlangsung sehari dengan melibatkan 681 anggota dari 8 kabupaten yang terdaftar berlangsung di KSU Baliem Arabika Jalan Tamrin Wamena Rabu (2/4)

Adapun rapat anggota tersebut membicarakan, evaluasi perkembangan, laporan kemajuan, kebutuhan petani, kebutuhan pasar, harapan petani, tantangan petani, tantangan pasar, solusi khusus seputar kopi, solusi untuk petani, solusi untuk pasar termasuk simpan pinjam yang akan dibahas dirapat tersebut.

Rapat tersebut dibuka secara resmi Kepala Distrik Wamena Lince Kogoya, S.IP., yang sekaligus mewakili pemerintah daerah.

Usai pembukaan kegiatan kepada Wartawan Lince Kogoya mengatakan bahwa potensi pengembangan kopi di daerah pegunungan sangat menjanjikan apalagi dengan usaha perkebunan kopi sebagai peluang kerja

“Masyarakat punya lahan tinggal di kembangkan saja apalagi pasarnya sudah ada, dan dengan hasil ini para petani tidak lagi tergantung pada pemerintah dan sudah mandiri. Diera globalisasi nantinya ada persaingan,” katanya.

Sehingga disaat ini hanya diharapkan pemantapan administrasi keuangan, manajemen saja yang dimantapkan, sehingga betul-betul kita diperlengkapi diri untuk bersaing dengan pasar luar karena kalau di era globalisasi 2020 kita diperhadapkan dengan era globalisasi dan kalau kita tidak kuat untuk mengatur usaha baik perkebunan, administrasi dan keuangan kita akan tergeser oleh mereka yang mempunyai modal besar.

“Kami pemerintah sangat bangga dengan apa yang sudah di jalankan oleh KSU Baliem Arabica, sudah merangkul masyarakat bekerja menghidupi sektor perkebunan bahkan sampai tembus pasar internasional,”tambahnya..

Sementara itu Ketua KSU Baliem Arabica,. Selion Karoba, mengatakan bahwa pihaknya memiliki dua anggota yaitu umum sebanyak 681 anggota dan khusus 81 anggota, yang terbagi atas 8 kabupaten, Jayawijaya, Lanny Jaya, Yalimo, Tolikara,Yahukimo, Nduga, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang. yang khusus mereka yang mengelola kopi organik yang layak dan penjualannya sampai ke luar negeri sedangkan umum hanya seputar dalam negeri dan lokal saja” katanya.

Unit kami yang ada di Jayapura untuk menangani hama, bibit, pembersihan, dan pasaran distributor di Papua Barat Manokwari dan di Timika dalam bentuk kafee

Dirinya menambahkan bahwa setelah expor 5 kali keluar saat ini lebih terfokus di dalam negri seperti Jawa, Bali, Sulawesi, Sumatra dan di Freeport melalui pangan sari utama sebanyak 1 Ton.

“Masalah pasar kami sudah punya pasar tetap hanya saja produksi yang akan kami tingkatkan” ucapnya.

Baliem Arabica sendiri masuk dalam Asosiasi kopi spesial Amerika, juga kopi spesial satu-satunya di Indonesia yang masuk dalam OVOP. (One Vilage One Product) Untuk itu diharapkan sesuai dengan tema kami bahwa RAT. KBA Tahun ini kita mewujudkan pengelolaan ekonomi kreatif melalui produk unggulan daerah. Baliem Arabica Specialty cofee. (titus/don/l03)

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor

WEDNESDAY, AUGUST 29, 2012. Blogspot.com

Nikmatnya Kopi Arabica asal lembah Baliem Papua memiliki cirri khas tertentu dibandingkan dengan kopi lainnya। Lembah Baliem merupakan daerah tempat tinggal Suku Dani। Masyarakat adat yang diperkenalkan ke dunia luar sebagai petani pejuang. Mereka hidup bertani, namun gemar berperang. Kopi Baliem ini adalah kopi papua jenis arabika. Kopi yang memiliki ciri khasnya arabika, karakter rebusannya asam, agak berbeda dengan karakter rebusan kopi robusta yang lebih pahit.

Tidak terlalu pahit karena memang arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibanding robusta. Head of Cooperative KSU Baliem Arabica; Selion Karoba mengungkapkan, September 2012 mendatang, pihaknya akan mengekspor kopi ke Amerika 18 ton. Tahun ke tahun hasil produksi kopi di Pegunungan Tengah Papua terus meningkat, pertama kita ekspor 12 ton, kemudian 14 ton dan 16 ton, selanjutnya September 2012 kita kirim ke Amerika 18 ton,ujar Selion Karoba kepada Harian Pagi Papua, di Wamena.

Pada tahun 2000 untuk luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya tercatat 3.076 hektar, yang merupakan hampir setengah (42,7 persen) dari luas total (6.208 hektar) areal perkebunan kopi Provinsi Irian Jaya. Perkebunan yang keseluruhannya milik rakyat ini tersebar di Kecamatan Tiom, Bokondini, dan Asologaima.

Produksi kopi Jayawijaya yang juga diekspor ke Singapura, Jepang, dan Australia ini, besarnya 316,30 ton atau setara dengan hampir setengah produksi kopi provinsi yang besarnya 740,3 ton.

Selain ke Amerika lanjut Selion, pihaknya juga akan mengirim kopi ke sejumlah tempat seperti Friport dan Jakarta. Mengenai harga kopi, Selion Karoba mengatakan, harga kopi ditentukan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) KSU Baliem Arabica, dimana tahun ini harga pembelian kopi dari petani Rp 6.000 per liter. “Kita sudah beberapa kali naikkan harga pembelian kopi, 2010 lalu harga kopi gabah (kopi dengan kulit kering) Rp 5.000 per liter, tahun ini harganya Rp 6.000 per liter, dan 2013 mendatang harganya kita naikkan menjadi Rp 7.000 per liter.

Kualitas kopi dari Lembah Baliem tidak perlu lagi diragukan. Dalam berbagai tes uji citarasa yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, sudah terbukti “Baliem Blue Coffee”atau disingkat “Bebecoffee”memiliki citarasa yang tinggi. Terakhir pada konfrensi Asosiasi Kopi Spesial Amerika yang diikuti oleh pelaku-pelaku kopi Spesial dari seluruh dunia, kopi dari daerah ini diikutsertakan oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia karena Koperasi Baliem Arabica adalah salah satu anggota organisasi itu. Berdasarkan data kopi di Kabupaten Yahukimo, Jayawijaya dan Lani Jaya cukup besar, dengan jumlah petani kopi 2007 orang dan luas lahan 1.102 ha serta kemampuan produksi 193,25 ton pertahun.

Potensi produk kopi terbesar terdapat di kabupaten Jayawijaya, yaitu sebesar 138,75 ton pertahun, kemudian Lani Jaya. Pada tahun Rainforest Alliance melakukan audit terhadap Koperasi Baliem Arabika. Hal ini merupakan bagian dari program Aliansi Pembangunan Pertanian Papua (PADA) untuk pengembangan kopi di Lembah Baliem, Papua. Rainforest Alliance memiliki misi untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan menjamin mata pencaharian yang berkesinambungan dengan mengubah praktek-praktek penggunaan lahan, praktek bisnis dan perilaku konsumen. (Sumber: RRI Wamena,10 April 2011,AMARTA data terkait FHKP)

Diposkan oleh Frans Hero Kamsia Purba, MBA di Wednesday, August 29, 2012

Master Kopi Wamena:Ubertus Marian

Pelopor petani kopi Wamena Kopi Wamena, dari biji hingga kemasan

Ubertus Marian, kulitnya sudah keriput, rambutnya sebagian sudah warna perak. Tapi, otot-ototnya masih terlihat kencang. Dia seorang petani kopi. Sejak memulai usaha pada 1980-an, kopi sudah membawanya melanglang buana.

Namanya Pusat Koperasi Peran Masyarakat Kurulu Alua-Marian. Pabrik tempat Ubertus bekerja ini terletak di Distrik Kurulu, setengah jam perjalanan dari kota Wamena. Lahannya menghampar sekitar 50 hektar di daerah yang sejuk dan rawan hujan.

Pabrik ini dibangun Ubertus atas bantuan dari pemerintah. Pemerintah memasok koperasi dengan mesin-mesin penggilingan. Sementara, untuk bibit, Ubertus kredit ke bank. Bibit kopi yang ditanam di sini merupakan jenis Arabika.

Saya kalau minum kopi ini, tidak bisa tidur,” Menurutnya, kopi Wamena punya kualitas unggul, baik dari citarasa maupun kadar keasamannya. Ia berani menjamin bahwa kopi hasil pabriknya tidak kalah dengan kopi manapun di seluruh Indonesia.

Ubertus sudah kenyang pengalaman. Pabrik yang dijalankannya sudah beroperasi dengan konsisten. Dalam setahun, ia bisa 5 sampai 10 kali panen, dengan kuota kopi rata-rata sepuluh ton per tahun. Namun, untuk distribusi ia baru berani di seputar Wamena saja. “Terlalu besar biayanya,”.

Bertani kopi ini bukan berarti tanpa kendala. Ubertus mengaku, bahwa selain iklim yang tak menentu, ia juga merasa berat dengan harga bahan bakar mesin yang tinggi. Dan, ini belum termasuk biaya perawatan.

Pun begitu, Ubertus pantang menyerah. Ia mencintai kopi dan berkeras menjalankan usahanya sebagai petani kopi. Kegigihan ini lah yang lantas membuahkan hasil. Di usia tuanya, Ubertus sudah malang-melintang di berbagai tempat di Indonesia. Ia bertemu banyak petani kopi di daerah lain, bertukar pikiran, dan berserikat. Dengan bangga ia berkata, “Saya bisa hidup dan jalan-jalan dari kopi.”

Oleh : Dahlan Iskan
Sumber : detik
Posted on [16:24:50 13/12/2011] by admin di http://kpbn.co.id

 

Catatan dari KSU Baliem Arabica:

Bapak Ubertus Marian, Anton Kurisi, Maximus Lani, Alpius Elopere dengan Ketua Filipus Huby dibantu oleh pemerintah Provinsi Era Barnabas Suebu dengan fasilitas serba-canggih dan serba-lengkap, tetapi kegiatannya berhenti total. Sebagian dari mereka telah bergabung ke KSU Arabica, meninggalkan KOPERMAS buatan pemerintah provinsi Papua waktu itu.

Kami berdoa kiranya pengalaman ini tidka terulang  kembali di masa mendatang.

Kopi Baliem Arabica Masih Menjadi Komuditas Unggulan

Selasa, 12 Juli 2011 , 04:20:00, CenderawasihPos

WAMENA-Kabupaten Jayawijaya memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA), hanya saja potensi tersebut belum bisa dikelola dengan baik.Salah satu potensi yang sampai saat ini masih menjadi komuditas unggulan adalah Kopi Baliem Arabica, pasalnya Kopi Baliem Arabika memiliki cita rasa yang khas.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang penelitian dari pusat penilitian kopi dan kakao Indonesia di Jember Surip Mawardi kepada Cenderawasih Pos, di Wamena beberapa hari lalu.

Menurut Surip Mawardi, dengan cita rasa yang khas dimiliki Kopi Baliem Arabika, maka kopi tersebut masuk dalam kategori kopi specialty atau kopi yang special.

“Kopi Baliem Arabica punya karakter tersendiri, selain rasa juga kopi ini tahan lama sampai berbulan, hal inilah yang mendorong sehingga kopi Arabica ini masih menjadi komuditas unggulan di wilayah pegunungan tengah Papua khususnya Jayawijaya,”ujarnya.

Apakah selain kopi ada komuditas lainnya yang bisa diandalkan? Surip Mawardi mengungkapkan, belum ada komuditas yang bisa menjadi menyaingi Kopi Arabica.

“Memang di Pegunungan Tengah ini banyak potensi sumber daya alam di sektor pertanian dan perkebunan, seperti sayur-sayuran yang segar, hanya saja komuditas seperti ini tidak bisa dieksport karena tidak tahan lama,”

jelasnya.

Kendati merupakan komuditas unggulan kata Surip, namun untuk mengembangkan potensi tersebut, pihaknya menemukan sejumlah kendala, diantaranya karena faktor sosial masyarakat yang belum berorientasi bisnis.

“Saya melihat petani kopi belum sepenuhnya berorientasi bisnis, karena itu perlu ada pendampingan dari instansi teknis untuk memberdayakan petani dan memberikan pemahaman terhadap potensi kopi Arabica, saya yakin jika kopi Arabica akan tetap menjadi primadona dan pasarnya luar biasa,”

pungkasnya.(lmn/nan)

Papua Akan Mengekspor 36 Ton Kopi Arabica ke AS

TEMPO.CO, Jayapura – Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada akhir Agustus ini akan mengekspor 36 ton kopi jenis Arabica ke Amerika Serikat, tepatnya ke Paragon Cofee. “Itu tahap pertama. Tahap keduanya akan diekspor lagi pada awal Oktober mendatang,” kata Selion Karoba, Kepala KSU Baliem Arabica Wamena, Sabtu 4 Juni 2011.

Untuk itu, kata Selion, saat ini pihaknya sedang mengupayakan bisa mencapai target sekitar 40 ton. Pasalnya, selain 36 ton diekspor ke Amerika Serikat, sisanya sekitar empat ton untuk pasar lokal, seperti Jakarta, Jayapura, Wamena, Timika, dan daerah lainnya. “Saat ini stok tersedia tiga ton. Tapi, melihat produksi kopi di beberapa kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua, kami optimistis target tercapai,” katanya.

Alasannya, kata Selion, dari tahun ke tahun produksi dan kualitas kopi jenis Arabica yang dihasilkan para petani di beberapa kabupaten di wilayah pegunungan tengah Papua seperti Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, dan lainnya terus mengalami kemajuan dan peningkatan. “Makanya tahun ini kami naikkan harga beli kopi dari Rp 5.000 per liter menjadi Rp 6.000 per liter,” ujarnya.

Selain menaikkan harga beli kopi, menurut Selion, pihaknya juga berusaha mendekatkan pelayanan kepada petani kopi yang sudah menjadi anggota koperasi dengan memberikan bantuan peralatan.

Tahun ini kami juga membeli kopi sistem jemput bola, yakni membuat pasar kopi di daerah-daerah penghasil seperti di Kabupaten Jayawijaya, Kabuptaen Yahukimo, Kabupaten Tolikara, dan Kabupaten Lanny Jaya,” tandasnya

 

Bukan Mitos: You Are What You Eat

Secara hukum alam, apa yang kita makan menunjukkan siapa kita. Dari makananya kita tahu siapa yang memakannya, mulai dari gula di rumah, yang terhambur di meja atau lantai tetapi dalam beberapa saat kemudian sudah tidak ada, maka 90% kita tahu semut memakannya. Lain lagi kalau ada tulang ikan atau ayam yang kita taruh di tempat sampah tetapi menghilang, kita pasti tahu ada anjing atau kucing yang datang makan. Tidak mungkin kita tuduh manusia memakannya. Kalau ada rerumputan atau dedaunan di kebuh atau halaman rumah terpotong atau berkurang, maka kita pasti tahu itu kambing, domba atau sapi yang lewat, bukan anjing atau kucing.

Dari makananya kita tahu persis siapa yang memakannya. Itu yang dikatakan dalam artikel ini.

Ya, Bukan Mitos, ini Fakta Kehidupan Kita Sendiri

Jakarta – Pernah dengar istilah ‘You are what you eat’? Bukan sekedar istilah belaka, tapi memang apa yang Anda makan akan mewakili Anda sebenarnya. Efek yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat secara langsung, tapi akan dirasakan pada masa yang akan datang.

Apa yang kita makan akan mencerminkan diri kita, benarkah demikian? Banyak orang meragukan pepatah lama ini. Mungkin hal ini memang tidak disadari secara langsung, tapi justru akan terlihat hasilnya beberapa tahun yang akan datang. Bahkan ilmuwan di Linkoping University mengatakan ’sesaat di bibir’ bisa menyebabkan ’seumur hidup dipinggul’.

Yang dimaksud adalah, makanan yang Anda makan terkadang hanya enak dan lezat dirasakan sesaat dimulut. Dan tanpa disadari Anda memakannya dalam jumlah yang sedikit lebih banyak. Namun Anda tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi pada tubuh Anda sesudah menyantap makanan itu semua. Sebut saja tiramisu, cheesecake, opera, dan jenis makanan manis lainnya yang mengandung lemak dan tinggi kalori.

Ada Ernersson dan tim peneliti di Linkoping University Swedia melakukan sebuah studi. Selama empat minggu, 18 orang yang diteliti melakukan penurunan olah raga justru meningkatkan asupan energi. Sehingga menyebabkan lemak pada tubuh meningkat jauh lebih tinggi.

Peningkatan ini sekitar 70% selama satu minggu. Jika dikonversikan kenaikan berat badan rata-rata setiap orang sekitar 6,4 kg dalam seminggu. Peningkatan berat badan ini tidak bisa langsung diturunkan, dan jika Anda tidak mengontrol pola makan Anda hal ini akan semakin buruk dalam jangka waktu dua tahun.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ernersson ini, memberi bukti baru yang menarik. Bahwa makan berlebihan dalam jangka waktu yang pendek dan kurang olahraga berpotensi mengubah fisiologi seseorang. Yaitu, menyebabkan seseorang sulit untuk menurunkan berat badan.

sumber: detikhealth.com

KSU Baliem Arabica Mendapat Sertifikasi Rainforest Alliance

KSU Baliem Arabica  dan Sertifikasi Rainforest Alliance

Pada bulan April 2009 Organisasi dan menjamin mata pencaharian yang Rainforest Alliance melakukan audit berkesinambungan dengan mengubah terhadap Koperasi Baliem Arabika. Hal praktek-praktek penggunaan lahan, ini merupakan bagian dari program praktek bisnis dan perilaku konsumen.

Aliansi Pembangunan Pertanian Papua (PADA) untuk pengembangan Tujuan audit adalah untuk menganalisa kopi di Lembah Baliem, Papua. kinerja kelompok petani dalam praktek Rainforest Alliance memiliki misi untuk pengelolaan lingkungan sosial yang melestarikan keanekaragaman hayati tertera dalam Standar Pertanian berkesinambungan.

Audit telah dilakukan sesuai dengan kriteria Standar untuk Pertanian Berkesinambungan, Standar untuk kelompok, Daftar Pestisida Terlarang, dan Kebijakan Sertifikasi Kebun.

Dua auditor dari organisasi Rainforest Alliance didampingi oleh staf Koperasi Baliem Arabika dan AMARTA melakukan kunjungan ke Lembah Baliem. Program kerja selama kunjungan ini adalah pertemuan awal, revisi dokumentasi, pengumpulan bukti, wawancara dan pertemuan terakhir.

Koperasi dan tim PADA menunggu selama hampir sembilan bulan untuk mendapatkan hasilnya dan akhirnya pada bulan Januari, 2010, Koperasi Baliem Arabika menerima berita yang diharapkan. Koperasi Baliem menerima sertifikat dari organisasi Rainforest Alliance.

Sertifikat ini membuktikan bahwa petani kopi Lembah Baliem telah sepenuhnya melakukan praktek yang sesuai dengan pengelolaan sosial lingkungan.

Sertifikat ini diberikan kepada Koperasi Baliem Arabika untuk periode 6 Januari 2010 sampai 5 Januari 2011 yang berarti bahwa Koperasi akan dicantumkan di website Rainforest Alliance dan bahan promosi resmi lainnya.
Koperasi juga akan meneima alat lacak on¬line. Sebagai hasil dari usaha ini, Koperasi dan seluruh anggotanya akan menerima label premium dari kopi yang dihasilkan, dimana pasar internasional dan domestik mengetahui benar akan ketatnya seleksi dan kualitas yang diharapkan untuk dapat menerima sertifikasi ini. (Fernando Tinal)
__________________________
Sumber: Buletin AMARTA
Edisi: 23 Januari 2010
Source Link: Buletin AMARTA

http://www.baliembluecoffee.com/kba/?page_id=61