This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Petani Kopi : Kepala Dinas Perkebunan, Kau Kemanakan Proyek (Kopi) Itu?

Petani kopi Papua

Petani kopi Papua sedang aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Senin (04/04/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica sebagai exportir tunggal kopi dari Tanah Papua menunut kejelasan dari proyek pengembangan kopi di wilayah adat LaPago dan MeePago.

Kordinator aksi yang menamakan petani kopi Papua, Tinus Uaga mengatakan, dari tahapan rancangan hiingga proposal bisnis pengembangan kopi Papua diselesaikan tahun 2016, namun entah kenapa hingga tahun 2016 ini belum juga ada kejelasan.

“Kami yang kawal proyek bersama Bagian Percepatan Pembangunan, Asisten II Setda Provinsi Papua bidang Perekonomian dan utusan Presiden Jokowi dari tahapan rancangan sampai proposal bisnis pengembangan kopi Papua diselesaikan tahun 2015. Tapi, setelah proyek turun tahun 2016 ini, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua kau kemanakan proyek itu?” tanya Tinus Uaga ketika menggelar aksi damai di halaman kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Kotaraja, Jayapura, Senin (04/04/2016).

Menurutnya, pihaknya bersama KSU Baliem Arabica menuntut Kepala Dinas Perkebunan Papua untuk memperjelas kriteria apa yang belum dipenuhi dalam proposal yang diajukan tersebut.

“Kami punya sertifikasi Rainforest Alliance, Control Union dan pengelola OVO Papua. Kami anggota Speciality Coffee Association of Indonesia (SCAI) dan Speciality Coffee Assocition of Ameria (SCAA), kami anggota asosiasi Exportir Kopi Indonesia (AEKI) dan pengelola Speciality Coffee Association of Papua (SCAP). Kami orang asli Papua, asli 100% entrepreneur Papua,” jelas Uaga.

KSU Baliem Arabica, lanjutnya, berhak penuh 100% untuk mengelola proyek pengembangan kopi di tanah Papua.

“Pasti jadinya Papua mati kalau para kepala dinas menjadi tikus-tikus berdasi,” katanya seraya menambahkan visi dan misi Gubernur Papua, yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

“Sejak tahun 2008, KSU Baliem Arabica telah mengekspor kopi Papua ke berbagai pasar internasional. Setelah Gubernur Papua, Lukas Enembe dilantik tahun 2013, beliau pertama-tama datang ke kampung kopi Eragayam, untuk didoakan oleh pendiri don tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Ki’Marek Karoba. Dan ketika itu pendeta Karoba menyerahkan dokumen pengembangan kopi Papua kepada pak Gubenur,” ujarnya berkisah.

Lanjutnya, sekarang sudah tanggal 04 April 2016, dua tahun sudah terlewatkan. Para petani kopi yang sudah bergembira dan berdoa serta puasa untuk keselamatan dan berkelanjutan kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dengan istilah ‘makan angin’. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan ini permainan siapa?

“KSU Baliem Arabica sudah berjuang dari titik nol untuk berjuang proyek ini. Apalagi di era Otsus dan sejalan dengan paket-paket ekonomi presiden Jokowi untuk mendorong UKM dan koperasi untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Kami juga telah memegang memo dari Gubernur Papua sejak tahun 2013 yang berbunyi ‘usaha seperti ini perlu didukung oleh Pemda. Dibina secara masif dan berkelanjutan’ tapi wujudnya tidak pernah ada,” terangnya.

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Ir. Umar Lating yang menerima massa aksi mengatakan, pihaknya sebagai bawahan akan segera menyampaikan hak tersebut kepada Kepala Dinas setempat, karena Kepala Dinas tersebut belum ada di tempat.

“Pak kepala dinas belum ada di tempat. Beliau ikut rombongan Gubernur ke Mamberamo Tengah. Sehingga tuntun tersebut akan segera disampaikan kepada atas,” katanya. (Abeth You)

KSU Baliem Arabica Demo di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Para Anggota KSU Baliem Arabica yang berada di Kabupaten dan Kota Jayapura melakukan demonstrasi damai di Kantor Perkebunan Dinas Provinsi Papua menuntut kejelasan proyek Pengembangan Kopi dan Mini Industri Kopi Papua yang telah diperjuangkan KSU Baliem arabica bersama berbagai stake-holders dari pihak pemerintah maupun swasta selama tahun 2015 lalu.

Berbagai dinas dan instasi pemerintah yang terlibat di tahun lalu selama penulisan Business Plan untuk Pengembangan Kopi di Wilayah Adat Mee-Pago dan Laa-Pago mengarahkan dan menodorong KSU Baliem Arabica untuk segera memanfaatkan dana yang telah disediakan Pemerintah untuk pengembangan bisnis kopi di Tanah Papua. Senada dengan mereka, Ketua II DPR Papua yang mengetuk palu untuk menggolkan Alokasi Dana untuk pengembangan Kopi dan pendirian Mini Industri Kopi Papua dari Fraksi Golkar, Fernando Tinal mengatakan

Ya, kami harap Pemprov Papua melalui SKPD terkait, untuk memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan usaha KSU Baliem Arabica ini.
“KSU Baliem Arabica ini, lahir dari sebuah renungan yang lama untukmengembangkan ekonomi kerakyatan di pedalaman Tanah Papua, didirikan secara resmi taun 2006.

Dalam banyak kali pertemuan di tahun 2015, secara khusus Asisten II Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatty sudah berkali-kali berjanji akan menggolkan proyek pengembangan Kopi Papua dan akan diserahkan secara penuh kepada KSU Bailem Arabica.

Ketika janji-jani dan hasil usaha yang telah disahkan oleh DPR Papua ini dimintakan untuk diperjalas status proyeknya dan informasi tentang pengembangannya kepada Kepala Dinas Provinsi Papua, John Nahumury, ternyata proyek dimaksud telah dibagi-bagi menjadi proyek-proyek, antara lain:

Sesuai dengan izin yang diberikan oleh Polresta Jayapura, pada tanggal 4 April 2016 telah berlangsung demonstrasi di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua di Kotaraja Jayapura. Izin diberikan untuk aksi jam 08:00 pagi sampai 17:00 sore.

KSU Baliem Arabica lewat penanggungjawab aksi, yaitu Kepala Gudang Produksi Baliem Blue Coffee di Kompleks PON XX 2020 Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Apison Karubaba mengatakan terimakasih sebesar-besarnya atas dukungan aparat Kepolosian Kota Jayapura atas izin yang telah diberikan. Menurut Karubaba, janji untuk melakukan aksi tertib dan damai telah digenapi oleh pihak pendemo, oleh karena itu aksi berikutnya mohon supaya diberi kelonggaran terus-menerus.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica, Ev. Selion Karoba, S.Th.,

KSU Baliem Arabica bergerak sebelum terjadi penyelewengan, karena kita tidak mau terjadi banyak dusta dan penyelewengan di Tanah Papua. Gubernur Provinsi Papua sudah melarang miras diproduksi, diedarkan dan diperdagangkan di Provinsi Papua< Kedatangan orang dari luar juga sudah dibatasi. Lalu para pejabat dan para Kepala Dinas yang non-Papua dan terindikasi korup akan terus dipantai oleh para entrepreneur Papua, terutama oleh KSU Bailem Arabica sehingga para koruptor diekspose sebelum terjadi korupsi, bukan setelah terjadi korupsi.

Untuk Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera, Gubernur Lukas Enembe perlu didukung oleh para pembantu yang jujur dan konsekuen. Jangan sampai ada pejabat yang justru bekerja dengan sengaja untuk mematikan visi-misi Gubernur. Semua titipan, tetapi ada titipan untuk menggolkan visi-misi Gubernur, dan ada juga titipan untuk mematikan program Gubernur. Kita tahu dari apa yang mereka lakukan di lapangan.

Sementara itu Jhon Kwano. Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arabica berkantor di Yogyakarta dan Jakarta mengatakan

Harus dibangun sebuah dinamika komunikasi antara Dinas Perkebunan dan KSU Baliem Arabica. Ada banyak pemain Kopi di Tanah Papua, yang saya tidak perlu sebutkan nama-nama mereka, yang mengaku diri pemain kopi, tetapi sebenarnya tujuan akhir mereka ialah mengacaukan mutu Kopi Papua dan merusak citra Kopi Papua di pasar. Saya sudah hampir 3 tahun ditugaskan memasarkan Kopi Papua di pulau Jawa, dan banyak orang menjadi supplier Kopi Papua, tetapi saya mengajak semua pihak supaya membuka mata, maka ada pemain yang dengan sengaja bekerja untuk mematikan citarasa dan namabaik Kopi Papua di pasar di Indonesia maupun di dunia. Mereka berpura-pura berbicara demi petani, demi rakyat Papua, padahal mereka sendiri NON-PAPUA: Apakah mereka ber-hati Papua, walaupun mereka bukan orang Papua? Apakah kami Orang Asli Papua tidak berhati Papua sehingga mereka harus kita butuh? Kepala Dinas Perkebunan secara husus harus paham, apa artinya Kopi, apa standard yang layak sebagai sebuah Specialty Coffee dan apakah para pemain yang beliau sponsori selama ini, yang kami sudah tahu dari pulau Jawa, mereka benar-benar bertujuan membantu orang Papua dan mengangkat namabaik Kopi Papua?

Selain melakukan demonstrasi secara fisik di kantor Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, akan ada demo di Dinas Perkebunan Kabupaten di mana ada para petani Kopi anggota KSU Baliem Arabica.

Selain itu, sudah ada juga penyebaran Tandatangan di Change.org, (Silahkan Click dan Tandantangani) dan juga akan ada penyebaran Surat Tertulis untuk menggungat kinerja Dinas Perkebunan Provinsi Papua, yang kami duga kuat sudah terindikasi kasus Korupsi Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua, khusus untuk wilayah Laa-Pago dan Mee-Pago.

 

Kepada Yth. Gubernur Papua, Lukas Enembe: Di Mana Hasil Disposisi Gubernur 2013 untuk KBA?

Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica

Wamena 23 Maret 2016

Kepada Yth.
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.I.P, M.H
Kantor Gubernur, Dok 2, Jayapura

Perihal: Di Mana Tindak Lanjut Lembar Disposisi Gubernur Provinsi Papua Untuk Koperasi Bailem Arabica yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perkebunan tertanggal 23 Mei 2013

Baru setelah Bapak Gubernur dilantik menjadi Gubernur Provinsi Papua, pertama-tama Gubernur Provinsi Papua berangkat ke Kampung Kopi Eragayam, dengan maksud agar didoakan oleh Pendiri dan Tokoh Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), yang pada waktu itu juga ialah Petani Kopi dan Pembina KSU Baliem Arabica, Pdt. Ki’marek Karoba.

Pada saat itu Pdt. Ki’marek Karoba sudah katakan kepada anak-nya, yaitu Lukas Enembe seperti berikut:

Orang-orang yang duduk di sini, di bawah sini, adalah orang-orang yang memberikan suara, memberikan mandat untuk Pak Gubernur menjadi Gubernur. Mereka ini semua petani Kopi. Teman-teman yang duduk sama-sama di kursi terhormat, di samping sama-sama ini tidak semua teman, mereka kemarin jadi musuh, mereka besok juga nanti jadi musuh, karena mereka juga mau jadi gubernur, ganti anak, mereka juga mau jadi gubernur. Petani Kopi tidak, mereka kasih suara, mereka akan doakan. Jangan lupa petani Kopi.

Seraya mengucapkan kata-kata ini, sang petani kopi memberikan sebuah surat dalam Noken, yaitu ia sebut “Noken Suara Petani Kopi Papua”. Isinya merupakan Business Plan Pengembangan Kopi Papua.

Sebagai Tanggapan, pada tanggal 23 Maret 2013, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengeluarkan Lembaran Disposisi, ditujukan kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua yang isinya sebagai berikut:

  • Usaha seperti ini perlu didukung oleh Pemda. Dipelajari proposal ini untuk dibina, secara masif dan berkelanjutan
  • Dimbimbing untuk mendapatkan kredit dari Bank Papua
  • Terimakasih

Lembar Disposisi Gubernur Provinsi Papua kepada Dinas Perkebunan Provinsi Papua

 

Menindaklanjuti Memo Gubernur ini, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua mengeluarkan Lembaran Disposisi, ditujukan kepada Kabid Usaha BUD yang berbunyi sbb:

Segera kunjungi Pak Selion (Ketua Koperasi) kita bahas dan ….. (tidak jelas tuilsannya) Kita buat untuk Bpk Gubernur.

Sekarang sudah tanggal 23 Maret 2016, dua bulan lagi Lembaran Disposisi Bapak Gubernur Provinsi Papua ini berusia genap 3 tahun. Dua tahun lagi Bapak Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe harus menghadapi Pilkada untuk pergantian pemimpin. Doa tinggal doa, mimpin tinggal mimpi, Disposisi Bapak Gubernur menjadi tidak ada arti apa-apa.

Bukan itu saja, sepanjang tahun 2015, KSU Baliem Arabica telah dipanggil berulang-kali oleh Asisten II Sekda Provinsi Papua, Dinas Percepatan Pembangunan dan utusan dari Jakarta yang membantu Pemda dalam Business Plan, dan Kami dilibatkan secara aktif, dari kebun kopi sampai ke kantor gubernur, memaparkan program, menyerahkan Business Plan.

Dalam banyak kasus, Asisten II Sekda Provinsi Papua selalu mengatakan, “Semua tentang Kopi kasih saja kepada KSU Baliem Arabica. Kamu perlu uang berapa?” dan sejenisnya. KSU Baliem Arabica diperlakukan seperti tamu istimewa dalam proses Business Plan.

Tetapi setelah proyek keluar pada tahun 2016 ini, malahan proyek dimaksud dibelokkan ke pihak-pihak yang tidak memenuhi syarat, tidak punya keahlian dan kompetensi, tidak punya pengalaman dan sertifikasi, tidak bukan anggota AEKI dan SCAI, bukan pengekspor Kopi Papua. Dengan alasan yang tidak jelas, proyek dimaksud dibelokkan ke kelompok dan kerabat yang tidak tahu-menahui dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan bisnis Kopi.

Terus-terang, kami menilai bahwa ada upaya-upaya yang nyata-nyata bertindak dengan terbuka, untuk mewujudkan “Papua Mati!” sebagai lawan dari visi-misi “Papua Bangkit!”, “Papua Tergantung kepada Jakarta!” versus “Papua Mandiri!” dan “Papua Melarat!” melawan “Papua Sejahtera!”. Dua tahun lagi, impian “Papua Bangkit!” kelihatannya bagi kami Koperasi Baliem Arabica dan jaringan bisnisnya tidak nampak, kami juga tidak banyak terlibat dalam kesibukan pemerintah, maka kami tidak tahu persis apa indikasi “Papua Bangkit!”. Apakah kolum Cepos, Jubi dan media lokal Papua bertuliskan “PAPUA BANGKIT” itu sudah cukup? Apakah Papua Bangkit itu harus di kertas ataukah di lapangan?

Apa indikator utama Papua bangkit? Bukankah apa yang dilakukan Koperasi Baliem Arabica dengan membangun bisnis Kopi dari hilir sampai hulu merupakan bukti kebangkitan, kemandirian orang Papua? Bukankah gerakan seperti ini akan mensejahterakan orang Papua?

Kepala Dinas Provinsi Papua John Nahumury, Asisten II Sekda Papua Bidang Perekonomian Loupatty dan Kepala Dinas Perindagkop sudah berulang-kali disiarkan lewat media cetak, bahwa Kopi Papua digemari dunia dan sudah diekspor ke pasar Internasional. Mereka tidak menyebutkan “Siapa yang mengekspornya?” Mereka dengan sengaja tidak mau menyinggung keberhasilan Koperasi Baliem Arabica. Mereka mengangkat-angkat nama Kopi tanpa menyebut sekali saja siapa pengekspornya.

Bukankah ini permainan untuk “Papua Mati!” menentang “Papua Bangkit!”?

Apakah Bapak Gubernur melihat semua ini terjadi? Bukanlah ini terjadi di halaman rumah sendiri? Apa tindak-lanjut yang harus kita ambil bersama?

Kami tidak punya akses bertemu dengan Bapak Gubernur karena rumitnya protokoler dan birokrasi. Kami tidak punya waktu untuk terus parkir di Kantor-Kantor pemerintah, karena pekerjaan sehari-hari kami ialah berjualan, menunggu orang datang beli di kios dan toko kami, berkebun di kebun Kopi dan mengolah hasil kebun untuk dipasarkan.

Tetapi kami punya media ini, Internet. Tidak menjadi masalah, dibaca ataupun tidak, yang terpenting “Monggar Tanah Papua membacanya dan memahaminya, dan mereka akan bergerak untuk menyelamatkan satu-satunya pengekspor dari Tanah Papua ini, KSU Baliem Arabica, menyelamatnya satu-satunya Toko Online Tanah Papua ini, PAPUAmart.com, menyelamatkan satu-satunya minimarket Milik Orang Papua ini, PAPUAmart.com dan jaringan bisnisnya.”

Kami berdoa kepada Tuhan, dan berharap kepada Bapak Gubernur untuk memberikan telinga kepada kepentingan Petani Kopi Papua, yang sebagian besar adalah orang tuamu sendiri, sanak-keluargamu sendiri, suku-mu sendiri. Kami berdoa supaya visi-misi “Papua Bangkit!” benar-benar terwujud dalam kepemimpinan 5 tahun ini, karena kami tahu bahwa “Papua Mandiri!” dan “Papua Sejahtera!” tidak akan terwujud hanya dalam jangka waktu lima tahun, karena kami hanya manusia, dan karena kami hanya punya batas waktu 5 tahun untuk mewujudkannya, yaitu sesuatu yang mustahil.

Kalau Bapak Gubernur mau mendegarkan kami langsung, kami sertakan nomor kontak dan email kami, alamat fisik kami sekaligus sebagai berikut:

  1. Ketua KSU Baliem Arabica (KBA) Ev. Selion Karoba, S.Th. 082239272014,
  2. Kepala Unit Produksi Kopi Papua: Abolok Kano 082113646488
  3. Kepala Unit Sales & Marketing (Direktur PAPUAmart.com) Jhon Kwano 082210183000
  4. Atau email ke: info@baliemarabica.com, info@papua.coffee, info@papuacoffees.com, info@pas.coffee

Kalau Bapak Gubernur berkenan datang langsung dan lihat apa yang kami lakukan di lapangan, maka inilah alamat kami:

Toko Online PAPUAmart.com Pusat
Jl. Bedreg No. 39, RT/RW: 08/41, Sambilegi, Maguwoharjo, DEPOK 55282, Sleman YOGYAKARTA

SMS/WA: 082232393000; BBM: 58217887; Email: baliemarabica@gmail.com

Minimarket 1 PAPUAmart.com Tanah Papua
Jl. Raya Sentani – Abepura, Hawai, No. 05 Sentani Kota, Kabupaten Jayapura 99352, Provinsi Papua
Phone: +62(0)967-592677
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277; +62(0)812-8610-1000; +62(0)82113646488
Email: papuamart@gmail.com; papuamart@yahoo.com

Minimarket 2 PAPUAmart.com Tanah Papua
Pertigaan Jalan Post 7, Sentani 99352, Kab. Jayapura, Provinsi Papua
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277
Email: info@baliemarabica.com

PAPUAmart.com Jakarta 1
Jl. Muhammad Kahfi 1
Gg. Nila No. 75
Kel. Ciganjur
Kec. Jagakarsa 12630
Jakarta Selatan
SMS: 0857-7988-7518 (Mas Gito)

PAPUAmart.com Jakarta 2
Jl. Muhammad Kahfi 1.
Gang Ciremai, RT. 01/04 No. 7
Kel. Cipedak
Kec. Jagakarsa 12630
Jakarta Sekatan
SMS: 0822-1018-3000 (Mas John) – 087876083755

Online Links
Phone: +62(0)967-592677
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277; +62(0)812-8610-1000; +62(0)82113646488
Email: papuamart@gmail.com; papuamart@yahoo.com
Website: http://www.papuamart.com/
Social Media Twitter/Facebook/Tumblr/G+/YouTube: @papuamart
Gudang Produksi Baliem Blue Coffee: 082239272014

 

Hormat kami,

 

Ev. Selion Karoba, S.Th.            Abolok Kano                                       Jhon Yonathan Kwano

Ketua Koperasi                                  Kepala Unit Produksi Kopi Papua       Direktur PAPUAmart.com

Legislator dorong Pemprov Papua kembangkan kopi Arabica

Selasa, 15 Maret 2016 05:00 WIB, Pewarta: Alfian Rumagit

Tanaman kopi di dataran tinggi Mimika, Papua (Foto: Antara News)

Tanaman kopi di dataran tinggi Mimika, Papua (Foto: Antara News)

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM bisa memperhatikan hal itu

Jayapura (Antara Papua) – Legislator yang menjabat Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Fernando AY Tinal mendorong Pemerintah Provinsi Papua beserta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mengembangkan Kopi Arabica di Bumi Cenderawasih.

“Kami berharap Pemprov Papua lewat SKDP terkait bisa mendampingi dan mendorong pengembangan Kopi Arabica, seperti yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica yang berpusat di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura,” katanya di Kota Jayapura, Papua.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM bisa memperhatikan hal itu.

KSU seperti Baliem Arabica harus kita dorong, apalagi yang punya dan yang bekerja adalah anak-anak Papua sendiri. Ini harus didampingi, mulai dari pemberian bibit, pengolahan, modal hingga pemasaran,” katanya.

KSU Baliem Arabica, kata dia, merupakan satu dari sejumlah bentuk usaha yang coba dikembangkan oleh anak-anak asli Papua yang mencoba pertuntungan dan menekuni dengan baik.

“Berdasarkan pemaparan pengurus KSU Baliem Arabica saat saya mengunjungi tempat mereka di Kampung Harapan pada pekan kemarin, diketahui bahwa mereka telah mengembangkan perkebunan kopi, pengolahan kopi, export biji kopi (green bean),” katanya.

Selain itu biji kopi organik, kopi goring organic dan rainforest certified penentu grade berdasarkan standar nasional Indonesia dengan merek dagang Baliem Blue (BB) Coffee.

“Kopi Arabica merupakan komoditas ekspor yang mestinya menjadi andalan bagi Papua, apalagi terdaftar dalam bursa saham dunia New York Stock Excange (NYSE). Ini merupakan peluang ekonomi bagi Papua untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),”

katanya.

KSU Baliem Arabica, kata dia, lahir dari sebuah perenungan yang lama untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan di pedalaman Papua yang didirikan secara resmi pada 2006.

“Pembentukan KSU Baliem Arabica ini adalah untuk mengembangkan, memajukan, mempromosikan dan menjadikan kopi Arabica sebagai produk unggulan tanah Papua, dan secara khusus produk yang mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya kepada anggota koperasi yang bernaung dibawahnya,”

katanya

Tinal menambahkan BB Coffee telah diekspor ke pasar mancanegara sejak 2009 dan mulai November 2013 KSU Baliem Arabica lewat Unit `Global Marketing and Sales` telah membuka kantor distibusi dan penjualan di Yogyakarta dengan membentuk sebuah pasar 0nline, offline dan barter produk spesial di Yogyakarta.

Nah, jadi sudah saatnya perhatian pemerintah Papua harus diberikan kepada KSU Baliem Arabica, karena mereka sudah berusaha dan punya `brand image`,” katanya. (*)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Pidato Online Ketua KSU Baliem Arabica November 2015

HAI PETANI KOPI, KIBARKAN PANJIMU SETINGGI LANGIT DAN BERSINARLAH BAGAI MATAHARI DI BUMI HIJAU PAPUA,

SALAM REVOLUSI KOPI menuju Pengembangan EKONOMI HIJAU PAPUA

Kegiatan REVOLUSI KOPI di Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah di TIGA Kios KK-LINGKAR binaan KSU. Baliem Arabica melaporkan bahwa;

Setelah pelucuran program REVOLUSI KOPI tanggal 12 Februari 2015, KSU Baliem Arabica telah melakukan kegiatan CARI DANA MODAL USAHA KIOS BINAANNYA dengan cara Budaya MAKAN SUMBANG.

Dalam Bulan Februari 2015 berhasil dilakukan kegiatan REVOLUSI KOPI di TIGA KIOS KK-LINGKAR BINAAN KSU.Baliem Arabica-“Exportir Papua Specialty Coffee” dengan perincial laporan sebagai berikut;

  1. Kios KK-LINGKAR (Yikwagwe) berhasil mengumpulkan modal usaha sebersar Rp. 15.000.000;
  2. Kios KK-LINGKAR (Karobanak) berhasil mengumpulkan modal usaha sebesar Rp. 20.000.000;
  3. Kios KK-LINGKAR (Yogoyagup) berhasil mengumpulkan modal usaha sebesar Rp. 21.000.000;

Menyusul info kegiatan kios KK-LINGKAR lainnya di seluruh Pegunungan Tengah Papua, semuanya dalam Tahun 2015.

Untuk dan Demi Kemajuan EKONOMI OAP di Tanah Papua maka kami sampaikan Pesan Sosial kami kepada Saudara-saudar Non Papua bahwa:

Kami minta dengan Hormat agar Teman-teman Non Papua dukung dan hargai kami, agar dengan cara TIDAK MENGAMBIL ALIH JUAL-BELIA SELURUH HASIL BUMI ATAU Produk Asli Tanah Papua seperti; Kayu, Sayur, Umbian, Coklat, Kopi, Buah Tawy/ Merah dll., . Sebab hal itu mengakibatkan Pembunuhan Karakter Bisnis Orang Asli Papua bertahap dan terencana.

Dan kesempatan ini kami sampaikan Salut untuk Bupati Jayawijaya yang sudah bertindak sesuai pesan ini, maka diharapkan seluruh Bupati dan Gubernur, MRP dan DPRP- Papua mendukung pesan ini selanjutnya diperdakan.

KIBARKAN PANJIMU SETINGGI LANGIT DAN BERSINARLAH BAGAI MENTARI PAGI DI BUMI HIJAU PAPUA, SALAM REVOLUSI KOPI menuju EKONOMI HIJAU PAPUA

Report By;

 

 

Selion J. Karoba
Chairperson of Cooperative Arabica Baliem (KSU. Baliem Arabica)

PAPUAbank.com Diluncurkan untuk Mendanai Kios KKLingkar.com dan Minimarket PAPUAmart.com

PAPUAbank.com ialah sebuah “bank”, tempat penyimpanan sumberdaya yang nantinya dipergunakan untuk pengembangan Kios Ka Ka Lingkar.com dan minimarket PAPUAmart.com di selurh Tanah Papua dan di Melanesia.

PAPUAbank.com hadir berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan ekonomi kerakyatan ala Papua, dengan tujuan utama untuk bekerjasama dengan orang Papua dalam membangun Kios KaKa Lingkar dan minimarket PAPUAmart.com di seluruh Tanah Papua.

Kios KKlingkar.com dimaksudkan untuk didirikan di seluruh Pulau New Guinea, di kampung-kampung dan pelosok pedesaan, ataupun di pinggiran kota. Sementara minimarket PAPUAmart.com dimaksudkan untuk didirikan di pusat kota dan jalan-jalan protokol di seluruh kawasan Melanesia.

Dengan prosedur dan syarat yang tidak mempersulit, PAPUAbank.com hadir untuk memajukan entrepreneurship di antara Orang Asli Papua di tanah leluhur, tanah warisan nenek-moyang orang Papua, mulai dari Timor Leste, sampai dengan Fiji.

KSU Baliem Arabica dalam keadaan terpuruk dalam bisnis kopi karena dihimpit oleh berbagai kepentingan para pihak yang menjabat di pemerintahan sekaligus juga berbisnis, koperasi ini tidak kehilangan akal.

Sesuai dengan misinya untuk mengembangkan perekonomian anggotanya, KSU Baliem Arabica memberikan peluang pertama-tama dan terutama kepada Anggota Koperasi Baliem Arabica untuk memajukan proposal, mendirikan Kios KaKa LIngkar dan minimarket PAPUAmart.com.

Minimarket PAPUAmart.com Diresmikan oleh Pembina KSU Baliem Arabica

Didahului dengan Khotbah dari perintis dan tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di pesisir Tanah Papua, Pdt. Nick Suebu, dan digunting oleh pendiri dan tokoh GIDI sekaligus pembina Kopi Papua di KSU Baliem Arabica, Pdt. Ki’marek Karoba Tawy, pada tanggal 3 September 2015, bertempat di depan minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05, Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, secara resmi telah dibuka minimarket milik orang Papua yang pertama, dengan sistem pelayanan 24 jam pertama di Tanah Papua, dihadiri oleh indiviidu pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat serta Presiden Gereja Injili di Indonesia.

Khotbah peresmian yang dibawakan oleh Pdt. Nick Suebu diambil dari Markus 6:37

37. Tetapi jawab-Nya, “Kamui harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya, “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?”

38. Tetapi Ia berkata keapda mereka “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksakannya mereka berkata, “Lima roti dan dua ikan”

dan kita semua tahu kisah ini, yaitu bahwa setelah orang semua itu disuruh duduk, Yesus menengadah ke langit seraya mengarahkan berkat ke langit dan mengucap syukur, dengan tangah terangkat ke atas, lalu dibawanya turun, dan terjadilah mujizat.

Limaribu orang diberi makan sampai kenyang. Bahkan sampai ada kelebihan makakan yang dikumpulkan berjumlah 12 bakul.

Yesus memerintahkan sekaligus menantang murid-Nya untuk memberi limaribu orang yang berkumpul untuk mereka beri makan. Sesuatu yang secara akal sehat tidak dapat diterima. Tetapi karena ini perintah dari Yesus, murid-Nya harus melakukannya. Ini juga tantangan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk mencari jalan bagaimana caranya memberi orang-orang itu makan, tanpa alasan apapun.

Di era Otsus di Tanah Papua, kita sebagai orang beriman, terutama anggota Gereja Injili di Indonesia dan orang Papua harus bangkit, supaya kita mandiri dan sejahtera. Kita diperintahkan untuk memberi makan kepada mereka yang lapar dan haus, bukan hanya makanan rohani tetapi juga makanan dan minuman jasmani sebagawi wujud kasih Kristus kepada umat manusia, sebagaimana ditunjukkan Yesus dalam kisah ini.

Yesus memberi perintah para murid-Nya harus memberi makan 5 ribu orang yang berkumpul, dan kini Ia memerintahkan kita Anggota GIDI dan anggota Koperasi, Anggota Gereja GKI, Kemah Injil, Baptis, Pentakosta, gereja dan demonimasi apa saja yang ada di Tanah Papua, untuk bangkit dan memberi makan kepada manusia yang ada di Tanah Papua, mulai dari Sorong sampai Samarai, tanpa membeda-bedakan agama, ras, suku, pandangan politik, dan denominasi gereja.

Kini anggota Koperasi ditantang untuk putar-otak dan berpikir bagaimana caranya memberi makan kepada sekian juta orang yang ada di pulau ini, di Tanah ini sehingga tidak ada yang kelaparan, tidak ada yang mati kelaparan, tidak ada yang melarat dan menderita, tetapi semuanya bangkit, mandiri dan sejahtera.

Perintah sekaligus tantangan yang langsung disampaikan dari mulut Yesus yang dicatat dalam Alkitab ini sekarang bersuara, memberikan perintah sekaligus tantangan kepada kita, untuk memberi makan kepada pemerintah, kepada gereja, kepada umat manusia sekalian di manapun mereka berada.

 

Musim Panen Kopi Papua 2015 telah Dimulai sejak Bulan Juli

Musim Panen Kopi Papua tahun 2015 telah dimulai sejak awal Juli 2015, dan kini memasuki proses pengiriman kepada para langganan yang selama ini telah menjalin hubungan dengan KSU Baliem Arabica.

Pengiriman ke pelanggan utama, PT Freeport Indonesia telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali, tetapi telah diputuskan bahwa pengiriman akan tetap dilakukan setelah 17 Agustus 2015. Sementara pengiriman ke pelanggan di pulau Jawa berjalan dengan lancar, malah lebih lancar. Kepercayaan pelanggan terhadap produsen dan eksportir tunggal Kopi Papua, KSU Baliem Arabica telah tertanam.

Dengan pembenahan menejemen bisnis kopi Papua, yaitu memisahkan antara Gudang produksi Baliem Blue Coffee di Sentani dengan Koperasi sebagai organisasi induk, dan pendirian minimarket PAPUAmart.com telah memberikan keuntungan bagi Koperasi untuk meningkatkan kinerja dan keuntungan usaha.

Ada pelanggan yang telah memutuskan untuk tidak berlangganan lagi, tetapi adalah kebijakan KSU Baliem Arabica untuk selanjutnya akan mengurangi dan akhirnya menghentikan penjualan Kopi Papua, terutama Wamena Single Origin atau Baliem Blue Coffee dalam bentuk green beans, dan selanjutnya memfokuskan diri kepada kopi bubuk Papua dengan merek daganga Baliem Blue Coffee.

Dengan pembenahan organisasi dan penguatan Gudang Produksi Baliem Blue Coffee ini diharapkan memberikan keuntungan yang lebih besar kepada Koperasi dan selanjutnya kepada Gudang dan kepada PAPUAmart.com

The Aroma of Papua Coffee is Familiar Worldwide

Wamena Regency of Papua Province in fact has a high quality Abica Coffee. Papua Coffee farmers plant the coffee organically. It has special aroma and taste as it comes from the highest mountain areas of Jayawijaya, at 1,600 meters above sea level.

This special aroma and taste made four countries, including the United States import coffee from Papua during these last seven years.

Original story in Bahasa Indonesia here: http://industri.kontan.co.id/news/aroma-kopi-papua-kian-mendunia