export

Kopi Papua Kian Mendunia

Sumber Berita: Sriwijayapost.com, Kamis, 21 Mei 2015 10:35

Profuk Kopi Wamena dari KSU Baliem Arabica

Profuk Kopi Wamena dari KSU Baliem Arabica

SRIPOKU.COM, JAKARTA – Kopi dari tanah Papua kian populer. Bahkan rasanya telah dicicip sampai Amerika Serikat (AS) selama tujuh tahun. Kopi Arabica dari Wamena menjadi salah satu kopi favorit pada tiga negara.

Kabupaten Wamena, Provinsi Papua rupanya memiliki kualitas tinggi untuk jenis Kopi Arabica. Petani kopi di Papua menanam kopi secara organik. Cita rasa yang khas diuntungkan karena tumbuh di daerah Pegunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Sehingga, rasanya tidak terlalu asam saat diseruput.

Rasa inilah yang membuat empat negara yakni: Amerika Serikat bahkan telah mengimpor kopi dari Papua selama tujuh tahun belakangan. Lalu, Australia, Singapura dan Belanda secara rutin setiap tahun khusus mendatangkan kopi asal Papua ini.

Yusni Emilia Harahap, Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian mengatakan, pasar internasional akan semakin terbuka dengan produk pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan. Itu sebabnya, pemerintah mendorong agar petani untuk menerapakan prinsip pertanian yang baik. “Memang ongkosnya lebih mahal. Namun pasar akan lebih berkelanjutan (sustain) dan pasti,” tandas Emilia.

Meski begitu, Emilia menyadari bahwa petani kopi masih kekurangan untuk mesin pengolahan kopi. Serta bantuan penguatan modal. Di samping juga informasi harga pasaran kopi domestik dan luar negeri. Gunanya, menjaga kestabilan harga di pasaran serta juga untuk lebih meningkatkan mutu kopi olahan yang dihasilkan.

Konsumsi kopi asal Indonesia terus meningkat di pasar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data statistik dari U.S Department of Commerce, Bureau of Census, impor kopi AS dari Indonesia pada periode Januari-Desember 2014 sebesar US$ 323,10 juta dollar naik sebesar 11,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Indonesia berada di peringkat ke 6 sebagai negara sumber impor kopi AS dengan pangsa pasar sebesar 5,49%. Posisi Indonesia berada di bawah Brasil, Kolombia, Vietnam, Kanada, dan Guatemala. Sementara impor kopi AS dari dunia untuk periode Januari hingga Desember 2014 sebesar US$ 5,88 miliar naik 10,46% dibandingkan periode yang sama tahun 2013.
Editor: Bedjo
Sumber: Kontan

Kopi Baliem Arabica Masih Menjadi Komuditas Unggulan

Selasa, 12 Juli 2011 , 04:20:00, CenderawasihPos

WAMENA-Kabupaten Jayawijaya memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA), hanya saja potensi tersebut belum bisa dikelola dengan baik.Salah satu potensi yang sampai saat ini masih menjadi komuditas unggulan adalah Kopi Baliem Arabica, pasalnya Kopi Baliem Arabika memiliki cita rasa yang khas.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang penelitian dari pusat penilitian kopi dan kakao Indonesia di Jember Surip Mawardi kepada Cenderawasih Pos, di Wamena beberapa hari lalu.

Menurut Surip Mawardi, dengan cita rasa yang khas dimiliki Kopi Baliem Arabika, maka kopi tersebut masuk dalam kategori kopi specialty atau kopi yang special.

“Kopi Baliem Arabica punya karakter tersendiri, selain rasa juga kopi ini tahan lama sampai berbulan, hal inilah yang mendorong sehingga kopi Arabica ini masih menjadi komuditas unggulan di wilayah pegunungan tengah Papua khususnya Jayawijaya,”ujarnya.

Apakah selain kopi ada komuditas lainnya yang bisa diandalkan? Surip Mawardi mengungkapkan, belum ada komuditas yang bisa menjadi menyaingi Kopi Arabica.

“Memang di Pegunungan Tengah ini banyak potensi sumber daya alam di sektor pertanian dan perkebunan, seperti sayur-sayuran yang segar, hanya saja komuditas seperti ini tidak bisa dieksport karena tidak tahan lama,”

jelasnya.

Kendati merupakan komuditas unggulan kata Surip, namun untuk mengembangkan potensi tersebut, pihaknya menemukan sejumlah kendala, diantaranya karena faktor sosial masyarakat yang belum berorientasi bisnis.

“Saya melihat petani kopi belum sepenuhnya berorientasi bisnis, karena itu perlu ada pendampingan dari instansi teknis untuk memberdayakan petani dan memberikan pemahaman terhadap potensi kopi Arabica, saya yakin jika kopi Arabica akan tetap menjadi primadona dan pasarnya luar biasa,”

pungkasnya.(lmn/nan)