Humas

KSU Baliem Arabica Demo di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Demonstrasi Minta Perjelas Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua

Para Anggota KSU Baliem Arabica yang berada di Kabupaten dan Kota Jayapura melakukan demonstrasi damai di Kantor Perkebunan Dinas Provinsi Papua menuntut kejelasan proyek Pengembangan Kopi dan Mini Industri Kopi Papua yang telah diperjuangkan KSU Baliem arabica bersama berbagai stake-holders dari pihak pemerintah maupun swasta selama tahun 2015 lalu.

Berbagai dinas dan instasi pemerintah yang terlibat di tahun lalu selama penulisan Business Plan untuk Pengembangan Kopi di Wilayah Adat Mee-Pago dan Laa-Pago mengarahkan dan menodorong KSU Baliem Arabica untuk segera memanfaatkan dana yang telah disediakan Pemerintah untuk pengembangan bisnis kopi di Tanah Papua. Senada dengan mereka, Ketua II DPR Papua yang mengetuk palu untuk menggolkan Alokasi Dana untuk pengembangan Kopi dan pendirian Mini Industri Kopi Papua dari Fraksi Golkar, Fernando Tinal mengatakan

Ya, kami harap Pemprov Papua melalui SKPD terkait, untuk memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan usaha KSU Baliem Arabica ini.
“KSU Baliem Arabica ini, lahir dari sebuah renungan yang lama untukmengembangkan ekonomi kerakyatan di pedalaman Tanah Papua, didirikan secara resmi taun 2006.

Dalam banyak kali pertemuan di tahun 2015, secara khusus Asisten II Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatty sudah berkali-kali berjanji akan menggolkan proyek pengembangan Kopi Papua dan akan diserahkan secara penuh kepada KSU Bailem Arabica.

Ketika janji-jani dan hasil usaha yang telah disahkan oleh DPR Papua ini dimintakan untuk diperjalas status proyeknya dan informasi tentang pengembangannya kepada Kepala Dinas Provinsi Papua, John Nahumury, ternyata proyek dimaksud telah dibagi-bagi menjadi proyek-proyek, antara lain:

Sesuai dengan izin yang diberikan oleh Polresta Jayapura, pada tanggal 4 April 2016 telah berlangsung demonstrasi di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Papua di Kotaraja Jayapura. Izin diberikan untuk aksi jam 08:00 pagi sampai 17:00 sore.

KSU Baliem Arabica lewat penanggungjawab aksi, yaitu Kepala Gudang Produksi Baliem Blue Coffee di Kompleks PON XX 2020 Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Apison Karubaba mengatakan terimakasih sebesar-besarnya atas dukungan aparat Kepolosian Kota Jayapura atas izin yang telah diberikan. Menurut Karubaba, janji untuk melakukan aksi tertib dan damai telah digenapi oleh pihak pendemo, oleh karena itu aksi berikutnya mohon supaya diberi kelonggaran terus-menerus.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica, Ev. Selion Karoba, S.Th.,

KSU Baliem Arabica bergerak sebelum terjadi penyelewengan, karena kita tidak mau terjadi banyak dusta dan penyelewengan di Tanah Papua. Gubernur Provinsi Papua sudah melarang miras diproduksi, diedarkan dan diperdagangkan di Provinsi Papua< Kedatangan orang dari luar juga sudah dibatasi. Lalu para pejabat dan para Kepala Dinas yang non-Papua dan terindikasi korup akan terus dipantai oleh para entrepreneur Papua, terutama oleh KSU Bailem Arabica sehingga para koruptor diekspose sebelum terjadi korupsi, bukan setelah terjadi korupsi.

Untuk Papua Bangkit, Papua Mandiri dan Papua Sejahtera, Gubernur Lukas Enembe perlu didukung oleh para pembantu yang jujur dan konsekuen. Jangan sampai ada pejabat yang justru bekerja dengan sengaja untuk mematikan visi-misi Gubernur. Semua titipan, tetapi ada titipan untuk menggolkan visi-misi Gubernur, dan ada juga titipan untuk mematikan program Gubernur. Kita tahu dari apa yang mereka lakukan di lapangan.

Sementara itu Jhon Kwano. Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arabica berkantor di Yogyakarta dan Jakarta mengatakan

Harus dibangun sebuah dinamika komunikasi antara Dinas Perkebunan dan KSU Baliem Arabica. Ada banyak pemain Kopi di Tanah Papua, yang saya tidak perlu sebutkan nama-nama mereka, yang mengaku diri pemain kopi, tetapi sebenarnya tujuan akhir mereka ialah mengacaukan mutu Kopi Papua dan merusak citra Kopi Papua di pasar. Saya sudah hampir 3 tahun ditugaskan memasarkan Kopi Papua di pulau Jawa, dan banyak orang menjadi supplier Kopi Papua, tetapi saya mengajak semua pihak supaya membuka mata, maka ada pemain yang dengan sengaja bekerja untuk mematikan citarasa dan namabaik Kopi Papua di pasar di Indonesia maupun di dunia. Mereka berpura-pura berbicara demi petani, demi rakyat Papua, padahal mereka sendiri NON-PAPUA: Apakah mereka ber-hati Papua, walaupun mereka bukan orang Papua? Apakah kami Orang Asli Papua tidak berhati Papua sehingga mereka harus kita butuh? Kepala Dinas Perkebunan secara husus harus paham, apa artinya Kopi, apa standard yang layak sebagai sebuah Specialty Coffee dan apakah para pemain yang beliau sponsori selama ini, yang kami sudah tahu dari pulau Jawa, mereka benar-benar bertujuan membantu orang Papua dan mengangkat namabaik Kopi Papua?

Selain melakukan demonstrasi secara fisik di kantor Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, akan ada demo di Dinas Perkebunan Kabupaten di mana ada para petani Kopi anggota KSU Baliem Arabica.

Selain itu, sudah ada juga penyebaran Tandatangan di Change.org, (Silahkan Click dan Tandantangani) dan juga akan ada penyebaran Surat Tertulis untuk menggungat kinerja Dinas Perkebunan Provinsi Papua, yang kami duga kuat sudah terindikasi kasus Korupsi Proyek Pengembangan Kopi di Tanah Papua, khusus untuk wilayah Laa-Pago dan Mee-Pago.

 

Kepada Yth. Gubernur Papua, Lukas Enembe: Di Mana Hasil Disposisi Gubernur 2013 untuk KBA?

Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica

Wamena 23 Maret 2016

Kepada Yth.
Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.I.P, M.H
Kantor Gubernur, Dok 2, Jayapura

Perihal: Di Mana Tindak Lanjut Lembar Disposisi Gubernur Provinsi Papua Untuk Koperasi Bailem Arabica yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perkebunan tertanggal 23 Mei 2013

Baru setelah Bapak Gubernur dilantik menjadi Gubernur Provinsi Papua, pertama-tama Gubernur Provinsi Papua berangkat ke Kampung Kopi Eragayam, dengan maksud agar didoakan oleh Pendiri dan Tokoh Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), yang pada waktu itu juga ialah Petani Kopi dan Pembina KSU Baliem Arabica, Pdt. Ki’marek Karoba.

Pada saat itu Pdt. Ki’marek Karoba sudah katakan kepada anak-nya, yaitu Lukas Enembe seperti berikut:

Orang-orang yang duduk di sini, di bawah sini, adalah orang-orang yang memberikan suara, memberikan mandat untuk Pak Gubernur menjadi Gubernur. Mereka ini semua petani Kopi. Teman-teman yang duduk sama-sama di kursi terhormat, di samping sama-sama ini tidak semua teman, mereka kemarin jadi musuh, mereka besok juga nanti jadi musuh, karena mereka juga mau jadi gubernur, ganti anak, mereka juga mau jadi gubernur. Petani Kopi tidak, mereka kasih suara, mereka akan doakan. Jangan lupa petani Kopi.

Seraya mengucapkan kata-kata ini, sang petani kopi memberikan sebuah surat dalam Noken, yaitu ia sebut “Noken Suara Petani Kopi Papua”. Isinya merupakan Business Plan Pengembangan Kopi Papua.

Sebagai Tanggapan, pada tanggal 23 Maret 2013, Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengeluarkan Lembaran Disposisi, ditujukan kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua yang isinya sebagai berikut:

  • Usaha seperti ini perlu didukung oleh Pemda. Dipelajari proposal ini untuk dibina, secara masif dan berkelanjutan
  • Dimbimbing untuk mendapatkan kredit dari Bank Papua
  • Terimakasih

Lembar Disposisi Gubernur Provinsi Papua kepada Dinas Perkebunan Provinsi Papua

 

Menindaklanjuti Memo Gubernur ini, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua mengeluarkan Lembaran Disposisi, ditujukan kepada Kabid Usaha BUD yang berbunyi sbb:

Segera kunjungi Pak Selion (Ketua Koperasi) kita bahas dan ….. (tidak jelas tuilsannya) Kita buat untuk Bpk Gubernur.

Sekarang sudah tanggal 23 Maret 2016, dua bulan lagi Lembaran Disposisi Bapak Gubernur Provinsi Papua ini berusia genap 3 tahun. Dua tahun lagi Bapak Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe harus menghadapi Pilkada untuk pergantian pemimpin. Doa tinggal doa, mimpin tinggal mimpi, Disposisi Bapak Gubernur menjadi tidak ada arti apa-apa.

Bukan itu saja, sepanjang tahun 2015, KSU Baliem Arabica telah dipanggil berulang-kali oleh Asisten II Sekda Provinsi Papua, Dinas Percepatan Pembangunan dan utusan dari Jakarta yang membantu Pemda dalam Business Plan, dan Kami dilibatkan secara aktif, dari kebun kopi sampai ke kantor gubernur, memaparkan program, menyerahkan Business Plan.

Dalam banyak kasus, Asisten II Sekda Provinsi Papua selalu mengatakan, “Semua tentang Kopi kasih saja kepada KSU Baliem Arabica. Kamu perlu uang berapa?” dan sejenisnya. KSU Baliem Arabica diperlakukan seperti tamu istimewa dalam proses Business Plan.

Tetapi setelah proyek keluar pada tahun 2016 ini, malahan proyek dimaksud dibelokkan ke pihak-pihak yang tidak memenuhi syarat, tidak punya keahlian dan kompetensi, tidak punya pengalaman dan sertifikasi, tidak bukan anggota AEKI dan SCAI, bukan pengekspor Kopi Papua. Dengan alasan yang tidak jelas, proyek dimaksud dibelokkan ke kelompok dan kerabat yang tidak tahu-menahui dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan bisnis Kopi.

Terus-terang, kami menilai bahwa ada upaya-upaya yang nyata-nyata bertindak dengan terbuka, untuk mewujudkan “Papua Mati!” sebagai lawan dari visi-misi “Papua Bangkit!”, “Papua Tergantung kepada Jakarta!” versus “Papua Mandiri!” dan “Papua Melarat!” melawan “Papua Sejahtera!”. Dua tahun lagi, impian “Papua Bangkit!” kelihatannya bagi kami Koperasi Baliem Arabica dan jaringan bisnisnya tidak nampak, kami juga tidak banyak terlibat dalam kesibukan pemerintah, maka kami tidak tahu persis apa indikasi “Papua Bangkit!”. Apakah kolum Cepos, Jubi dan media lokal Papua bertuliskan “PAPUA BANGKIT” itu sudah cukup? Apakah Papua Bangkit itu harus di kertas ataukah di lapangan?

Apa indikator utama Papua bangkit? Bukankah apa yang dilakukan Koperasi Baliem Arabica dengan membangun bisnis Kopi dari hilir sampai hulu merupakan bukti kebangkitan, kemandirian orang Papua? Bukankah gerakan seperti ini akan mensejahterakan orang Papua?

Kepala Dinas Provinsi Papua John Nahumury, Asisten II Sekda Papua Bidang Perekonomian Loupatty dan Kepala Dinas Perindagkop sudah berulang-kali disiarkan lewat media cetak, bahwa Kopi Papua digemari dunia dan sudah diekspor ke pasar Internasional. Mereka tidak menyebutkan “Siapa yang mengekspornya?” Mereka dengan sengaja tidak mau menyinggung keberhasilan Koperasi Baliem Arabica. Mereka mengangkat-angkat nama Kopi tanpa menyebut sekali saja siapa pengekspornya.

Bukankah ini permainan untuk “Papua Mati!” menentang “Papua Bangkit!”?

Apakah Bapak Gubernur melihat semua ini terjadi? Bukanlah ini terjadi di halaman rumah sendiri? Apa tindak-lanjut yang harus kita ambil bersama?

Kami tidak punya akses bertemu dengan Bapak Gubernur karena rumitnya protokoler dan birokrasi. Kami tidak punya waktu untuk terus parkir di Kantor-Kantor pemerintah, karena pekerjaan sehari-hari kami ialah berjualan, menunggu orang datang beli di kios dan toko kami, berkebun di kebun Kopi dan mengolah hasil kebun untuk dipasarkan.

Tetapi kami punya media ini, Internet. Tidak menjadi masalah, dibaca ataupun tidak, yang terpenting “Monggar Tanah Papua membacanya dan memahaminya, dan mereka akan bergerak untuk menyelamatkan satu-satunya pengekspor dari Tanah Papua ini, KSU Baliem Arabica, menyelamatnya satu-satunya Toko Online Tanah Papua ini, PAPUAmart.com, menyelamatkan satu-satunya minimarket Milik Orang Papua ini, PAPUAmart.com dan jaringan bisnisnya.”

Kami berdoa kepada Tuhan, dan berharap kepada Bapak Gubernur untuk memberikan telinga kepada kepentingan Petani Kopi Papua, yang sebagian besar adalah orang tuamu sendiri, sanak-keluargamu sendiri, suku-mu sendiri. Kami berdoa supaya visi-misi “Papua Bangkit!” benar-benar terwujud dalam kepemimpinan 5 tahun ini, karena kami tahu bahwa “Papua Mandiri!” dan “Papua Sejahtera!” tidak akan terwujud hanya dalam jangka waktu lima tahun, karena kami hanya manusia, dan karena kami hanya punya batas waktu 5 tahun untuk mewujudkannya, yaitu sesuatu yang mustahil.

Kalau Bapak Gubernur mau mendegarkan kami langsung, kami sertakan nomor kontak dan email kami, alamat fisik kami sekaligus sebagai berikut:

  1. Ketua KSU Baliem Arabica (KBA) Ev. Selion Karoba, S.Th. 082239272014,
  2. Kepala Unit Produksi Kopi Papua: Abolok Kano 082113646488
  3. Kepala Unit Sales & Marketing (Direktur PAPUAmart.com) Jhon Kwano 082210183000
  4. Atau email ke: info@baliemarabica.com, info@papua.coffee, info@papuacoffees.com, info@pas.coffee

Kalau Bapak Gubernur berkenan datang langsung dan lihat apa yang kami lakukan di lapangan, maka inilah alamat kami:

Toko Online PAPUAmart.com Pusat
Jl. Bedreg No. 39, RT/RW: 08/41, Sambilegi, Maguwoharjo, DEPOK 55282, Sleman YOGYAKARTA

SMS/WA: 082232393000; BBM: 58217887; Email: baliemarabica@gmail.com

Minimarket 1 PAPUAmart.com Tanah Papua
Jl. Raya Sentani – Abepura, Hawai, No. 05 Sentani Kota, Kabupaten Jayapura 99352, Provinsi Papua
Phone: +62(0)967-592677
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277; +62(0)812-8610-1000; +62(0)82113646488
Email: papuamart@gmail.com; papuamart@yahoo.com

Minimarket 2 PAPUAmart.com Tanah Papua
Pertigaan Jalan Post 7, Sentani 99352, Kab. Jayapura, Provinsi Papua
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277
Email: info@baliemarabica.com

PAPUAmart.com Jakarta 1
Jl. Muhammad Kahfi 1
Gg. Nila No. 75
Kel. Ciganjur
Kec. Jagakarsa 12630
Jakarta Selatan
SMS: 0857-7988-7518 (Mas Gito)

PAPUAmart.com Jakarta 2
Jl. Muhammad Kahfi 1.
Gang Ciremai, RT. 01/04 No. 7
Kel. Cipedak
Kec. Jagakarsa 12630
Jakarta Sekatan
SMS: 0822-1018-3000 (Mas John) – 087876083755

Online Links
Phone: +62(0)967-592677
Mobile/SMS: +62(0)822-2066-2277; +62(0)812-8610-1000; +62(0)82113646488
Email: papuamart@gmail.com; papuamart@yahoo.com
Website: http://www.papuamart.com/
Social Media Twitter/Facebook/Tumblr/G+/YouTube: @papuamart
Gudang Produksi Baliem Blue Coffee: 082239272014

 

Hormat kami,

 

Ev. Selion Karoba, S.Th.            Abolok Kano                                       Jhon Yonathan Kwano

Ketua Koperasi                                  Kepala Unit Produksi Kopi Papua       Direktur PAPUAmart.com

Legislator dorong Pemprov Papua kembangkan kopi Arabica

Selasa, 15 Maret 2016 05:00 WIB, Pewarta: Alfian Rumagit

Tanaman kopi di dataran tinggi Mimika, Papua (Foto: Antara News)

Tanaman kopi di dataran tinggi Mimika, Papua (Foto: Antara News)

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM bisa memperhatikan hal itu

Jayapura (Antara Papua) – Legislator yang menjabat Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Fernando AY Tinal mendorong Pemerintah Provinsi Papua beserta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mengembangkan Kopi Arabica di Bumi Cenderawasih.

“Kami berharap Pemprov Papua lewat SKDP terkait bisa mendampingi dan mendorong pengembangan Kopi Arabica, seperti yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica yang berpusat di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura,” katanya di Kota Jayapura, Papua.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perkebunan maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM bisa memperhatikan hal itu.

KSU seperti Baliem Arabica harus kita dorong, apalagi yang punya dan yang bekerja adalah anak-anak Papua sendiri. Ini harus didampingi, mulai dari pemberian bibit, pengolahan, modal hingga pemasaran,” katanya.

KSU Baliem Arabica, kata dia, merupakan satu dari sejumlah bentuk usaha yang coba dikembangkan oleh anak-anak asli Papua yang mencoba pertuntungan dan menekuni dengan baik.

“Berdasarkan pemaparan pengurus KSU Baliem Arabica saat saya mengunjungi tempat mereka di Kampung Harapan pada pekan kemarin, diketahui bahwa mereka telah mengembangkan perkebunan kopi, pengolahan kopi, export biji kopi (green bean),” katanya.

Selain itu biji kopi organik, kopi goring organic dan rainforest certified penentu grade berdasarkan standar nasional Indonesia dengan merek dagang Baliem Blue (BB) Coffee.

“Kopi Arabica merupakan komoditas ekspor yang mestinya menjadi andalan bagi Papua, apalagi terdaftar dalam bursa saham dunia New York Stock Excange (NYSE). Ini merupakan peluang ekonomi bagi Papua untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),”

katanya.

KSU Baliem Arabica, kata dia, lahir dari sebuah perenungan yang lama untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan di pedalaman Papua yang didirikan secara resmi pada 2006.

“Pembentukan KSU Baliem Arabica ini adalah untuk mengembangkan, memajukan, mempromosikan dan menjadikan kopi Arabica sebagai produk unggulan tanah Papua, dan secara khusus produk yang mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya kepada anggota koperasi yang bernaung dibawahnya,”

katanya

Tinal menambahkan BB Coffee telah diekspor ke pasar mancanegara sejak 2009 dan mulai November 2013 KSU Baliem Arabica lewat Unit `Global Marketing and Sales` telah membuka kantor distibusi dan penjualan di Yogyakarta dengan membentuk sebuah pasar 0nline, offline dan barter produk spesial di Yogyakarta.

Nah, jadi sudah saatnya perhatian pemerintah Papua harus diberikan kepada KSU Baliem Arabica, karena mereka sudah berusaha dan punya `brand image`,” katanya. (*)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Salam Revolusi Kopi bagi Pemerhati Ekonomi Papua

(Gerakan Kebangkitan Papua Business Spirit)

Acara Pelucuran REVOLUSI KOPI atau Gerakan Kebangkitan Papua Business Spirit tersebut dilucurkan pada tanggal 12 Februari 2015 di Kabupaten Mamberamo Tengah Distrik Eragayam dibawah sorotan Tema: “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN” terambil dari Kitab Injil Markus 6:37 (Lek o, inambi nawak nduk, kit nen aret wogoranip o.”) yang disampaikan oleh salah satu Pendiri GIDI, PDT. Ki’marek K. Tawy.

Sebelum beliau Panah sebagai tanda Pelucuran, disampaikan bahw; hari ini adalah HUT GIDI yang ke-52 atau GIDI sudah berusia cukup sangat Dewasa ibarat usia manusia Dewasa yang sudah memiliki cucu. Oleh karena itu, saya selaku salah satu Pendiri GIDI berdiri disini, melihat dan berfikir bahwa pada hari dan tanggal yang bersejarah ini, kita layak melucurkan secara resmi salah satu anak atau cucu dari hasil injil itu yaitu Pelucuran “REVOLUSI KOPI” atau Gerakan Kebangkitan Semangat Bisnis Papua”.

Untuk itu, izinkan saya atas nama 8 teman Pendiri GIDI dan dengan semangan Bisnis Generasi GIDI menyatakan; Didalam Nama Allah Bapa SANG PENCIPTA dan Tuhan Yesus Kristus SANG JURU SELAMAT dan Roh Kudus SANG PENOLONG, DENGAN RESMI Membuka Pelucuran PROGRAM REVOLUSI KOPI mulai hari ini sampai Maranata, (lepas anak panah) Amin. Biarlah Tuhan berkenan dan melanjutkan mujizat-mujizatNya demi hormat dan kemuliaan bagi Nama juga pelayananNya hingga akhir Zaman.

Perlu Anak dan Cucu dari GIDI ketahui bahwa; GIDI telah lahir di Kampung ini dan bangkit melangkah hingga ke ujung Bumi dan mereka telah mendengar tentang Injil Kekuatan Allah itu, lalu mereka sedang menuju kepadamu Generasi GIDI sekalian, oleh karena itu kalian harus siap untuk memberi mereka makan, karena “KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN” atau Saya mau pesan: Generasi GIDI harus mampu memberi mereka makan”.

Selanjutnya, beliau menyampaikan; Perhatikan ayat sebelumnya bahwa Yesus melayani mereka (orang banyak itu) sampai Dia ambil waktu untuk menyingkir (mengasingkan Diri dengan Perahu), tetapi mereka tetap mengejar Dia dari darat. Dan Dia melayani mereka dengan belas kasihan.

Ingat baik dan jangan lupa rumusnya; 5 R+2 I:500 O=12 B

PENGINJILAN BELUM SELESAI tetapi ingat juga bahwa;
KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN
SALAM REVOLUSI KOPI

Disalin oleh:

 

 

Selion J. Karoba
Chairperson of KBA & SCAP

Selamat Hari Raya Natal 25 Desember 2014

Alas Batu sebelum sayuran dan ayam

Alas Batu sebelum sayuran dan ayam

Nggombonak, Karobanak, Wandikmbonak

Nggombonak, Karobanak, Wandikmbonak

Nggombonak, Karobanak, Wandikmbonak

Nggombonak, Karobanak, Wandikmbonak

 

 

 

 

 

 

 

Dari seluruh Pengurus dan Anggota Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica, di Tanah Papua bersama Crew PAPUAmart.com dari Yogyakarta mengucapkan:

SELAMAT HARI RAYA NATAL 25 Desember 2014

Semoga damai natal membawa kita kedamaian dalam usaha pengembangan ekonomi kerakyatan Papua dalam menuju kebangkitan Papua untuk kemandirian dan kesejahteraan di Tanah Papua.

 

Wamena 24 Desember 2014                                                        Yogyakarta 24 Desember 2014

 

 

Selion Karoba                                                                                Atinus Uaga

Ketua Koperasi                                                                             Koordinator PAPUAmart.com

 

Pertemuan Pemantauan dan Pembinaan Stabilitas harga komoditi perkebunan kopi dan kakao tahun 2014

Kopi Kakao Des 2014

Rapat Pemerintah dengan Pengusaha Kopi dan Kakao Papua

Pada kesempatan Pertemuan Pemantauan dan Pembinaan Stabilitas harga komoditi perkebunan kopi dan kko tahun 2014 yang dilakukan Dilingkungan Dinas Perkebunan dan Dinas lain yang terkait sempat menghadirkan pembicara dari masing-masing Dinas antara lain; Dinas Perkebunan, Dinas pertanian, Dinas Perindag, Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Kehutanan dan Ketua Asosiasi KKO juga Ketua Asosiasi Kopi Spesial Papua yang juga Ketua KSU. Baliem Arabica atau Eksportir Papua Arabica Specialty Coffee’s tersebut menjadi sangat menarik dan para peserta mengusulkan agar kegiatan serupa perlu dilakukan setiap triwulan dengan volume yang lebih besar.

Yang menarik ketika kedua ketua Asosiasi menyampaikan materinya, misalnya; Ketua Asosiasi Kopi menyatakan sebuah pernyataan bahwa;

“Saya berbicara dalam kapasitas sebagai pelaku pasar atau pemain dan bukan sebagai penonton” lebih dari itu Kami tidak berbicara soal permainan orang lain, suku lain atau bangsa lain melainkan kami berbicara tentang pemain Lokal yang menjadi pemain bisnis Internasional.

Selanjutnya kata ketua Asosiasi Kopi bahwa: Kami merasa aneh ketika Pemerintah berkeinginan menjadikan Putra-Putri Papua menjadi pemain bisnis Nasional hingga Internasional sementara putra asli Papua yang telah menjadi eksportir tidak didukung penuh. Walaupun demikian, lanjutnya Kami tetap semangat untuk maju, maju dan maju karena bisnis kami dari dalam keluar hingga kini sudah memiliki Toko di Jawa dan Perwakilan di Luar negeri sambungnya. lanjut.

Artinya, KSU. Baliem Arabica sudah memiliki kios di beberapa Kabupaten/ di Papua da Papua Barat dan di Pulau Jawa dengan beberapa Unit serta Tahun ini juga telah dibuka perwakilan Koperasi Baliem Organic Arabica Coffee di Luar Negeri dengan sistem PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT ala PAPUA. Pesan yang disampaikannya bahwa: KITA PERLU TAHU BAHWA SISTEM PENGEMBANGAN EKONOMI DI PAPUA MEMANG SANGAT DAN HARUS BEDA mau tahu Datang di Baliem Arabica-“Exportir Papua Specialty Coffee” atau di KSU Baliem Arabica akhirinya,