Menanggapi tantangan yang ada secara real di Tanah Papua, dan untuk memperlancar kegiatan Usaha, maka per tanggal 1 Desember 2014 telah diluncurkan oleh KSU Baliem Arabica Distributor Yogyakarta, sebuah Unit Penjualan Tiket Pesawat, Tiket Kereta Api dan Pembayaran secara Televisi, Telepon, Listrik dan Internet secara Online.

Dengan kehadiran layanan ini dimintakan kepada semua orang Papua di manapun Anda berada untuk melakukan pembelian tiket yang murah meriah, dapat dilakukan dengan cara mudah. Bisa dibeli secara Online ataupun secara Offline.

Menurut Kepala Unit Sales & Marketing, Jhon Kwano dari Yogyakarta, peluncuran ini menyusul keberhasilan KSU Baliem Arabica meluncurkan Kantor Distributor Kopi Wamena di Canberra Australia pada 20 November 2014 lalu. Menurutnya Distributor Kopi Wamena di Canberra bertugas menyampaikan kopi Wamena yang akan dikirimkan langsung dari Gudang Port Numbay, Provinsi Papua.

Dengan peluncuran ini Kwano harapkan semua pejabat Papua, pengusaha Papua, siswa dan mahasiswa Papua dan masyarakat Papua pada umumnya supaya membeli tiket lewat layanan ini karena layanan ini dimiliki oleh Orang Asli Papua, dalam rangka mengembangkan entrepreneurship di Tanah Papua. Menurutnya,

Kami harap semua pihak mengerti bahwa langkah-langkah perintisan yang dilakukan saat ini mendapat sambutan positif dari pasar masyarakat Papua sendiri dan kalau orang Papua sendiri tidak mendorong diri sendiri dengan membeli produk dari tanah sendiri dan membeli dari usaha-usaha yang dijalankan oleh orang sendiri, maka jangan kita harapkan orang lain dari timur atau barat sana datang untuk mengulurkan tangan membawa bantuan pembangunan, bantuan kesehatan, bantuan pengembangan masyarakat dan sebagainya. Sudah saatinya orang Papua bangkit untuk mandiri. Kemandirian kita akan menghadirkan kesejahteraan. Orang tidak mandiri tidka bisa sejahera.

Semuanya harus dimulai dari kita sendiri. Kami dari entrepreneurship Papua, sebagai pusat Inkubator Entrepreneur Papua sudah mengambil langkah. Kami tunggu sambutan dari ornag Papua, dan kalau bisa dari para pejabat dan juga dari sumber-sumber ekonomi dan keunangan Papua untuk mendukung perintisan seperti ini.